Rabu, 17 Oktober 2018


Pabrik Gula Terintegrasi Pembangkit Listrik Siap Dibangun di Seram Bagian Barat

10 Jul 2018, 16:23 WIBEditor : Indarto

Kurun dua tahun mendatang, awal tahun 2020  Kawasan Timur Indonesia (KTI) bakal memiliki pabrik gula yang terintegrasi dengan pembangkit listrik. Pabrik gula tersebut akan dibangun di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di lahan seluas 25 ribu ha. Pabrik gula yang dibangun oleh PT Hermes Indonesia ini memiliki kapasitas produksi 10 ribu ton/hari.

Nota kesepahaman atau MoU antara Direktur PT Hermes Indonesia, Parekat Vynat Shivanand  dengan Bupati Kabupaten SBB, Muhammad Yasin Payapo yang disaksikan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro  telah dilakukan di Jakarta, (10/7).

Menurut Syukur Iwantoro, nantinya pabrik gula tersebut bisa memasok kebutuhan gula putih di KTI seperti di Maluku, Papua dan Sulawesi. Sisanya baru dijual ke Indonesia Bagian Barat.

"Selama ini kebutuhan gula masyarakat di KTI di pasok dari Barat. Investasi ini kami harapkan bisa mendorong komoditas pertanian lainnya, seperti pengembangan kebun cengkeh, minyak kayu putih, peternakan sapi dan sektor lainnya seperti tambang dan pariwisata," kata Syukur, di Jakarta (10/7).

Untuk menggerakkan investasi di tanah air, lanjut Syukur, Kementan akan memberikan kemudahan perizinan terhadap investor. "Kami juga memberikan pendampingan dan informasi kepada investor terhadap sejumlah daerah yang punya potensi ekonomi cukup bagus," ujar Syukur.

Bupati Kabupaten SBB, Muhammad Yasin Payapo menyambut baik keinginan PT Hermes Indonesia untuk membangun pabrik di kawasan SBB. Pemerintah Kabupaten SBB sudah menyiapkan lahan untuk membangun pabrik, perumahan karyawan, dan lahan tebu. "Kami siapkan lahan awal seluas 60 ribu ha. Dari total lahan tersebut  akhrinya yang dimanfaatkan untuk pabrik dan kebun tebu seluas 25 ribu ha,"  kata Yasin.

Ia juga mengatakan, sebelum dilakukan MoU yang win win solution, PT Hermes Indonesia sudah melakukan surve berkaitan lahan tersebut. Sehingga setelah dilakukan MoU sudah tak ada masalah dengan status lahan. "Lahannya cocok untuk budidaya tebu, sumber air cukup, cuaca juga cocok untuk tanaman tebu. Tentang pasokan listrik juga tak ada masalah," ujarnya.

Menurut Yasin, pembangunan pabrik gula di SBB diharapkan sesuai dengan perencanaan awal. Artinya, setelah proses perizinannya  turun,PT Hermes Indonesia bisa segera mulai membangun pabrik dan olah tanah untuk kebun tebu. "Meski sudah punya lahan tebu sendiri, sistem pengelolaan pabrik tebu tersebut dilakukan dengan model inti plasma. Jadi plasmanya dari petani sekitar sebanyak 20 % nya," papar Yasin.

Terintegrasi Pembangkit Listrik

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Hermes Indonesia, Parekat Vynat Shivanand mengatakan, pabrik gula yang dibangun di SBB nantinya terintegrasi dengan pembangkit listrik. "Limbah tebunya akan kami manfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik. Kira-kira kapasitasnya bisa mencapai 25 mega watt," kata Parekat.

Parekat juga mengatakan, kebutuhan suplai listrik untuk pabrik hanya sekitar 15 mega watt. "Sehingga, kami tak terlalu tergantung pasokan listrik dari PLN untuk suplai pabrik," ujarnya.

Ia juga meyakini pabrik gula yang dibangun di atas lahan seluas 25 ribu ha bisa beroperasi pada tahun 2020. Sebab, semua proses perizinan sudah tuntas. "Jadi tinggal mulai melakukan pembangunan pabrik. Sambil berjalan juga dilakukan penanaman tabu. Bersamaan dengan selesainya pembangunan pabrik, tebunya secara bertahap mulai dipanen. Jadi 24 bulan mulai sekarang bisa selesai," jelasnya.

Investor pabrik gula asal India ini memperkirakan, untuk membangun pabrik gula dan pengembangan kebun tebu di Kab.SBB perlu investasi sebesar US$ 125 juta. "Pabrik gula ini bisa menyerap 5.000 tenaga kerja," ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk bibit tebu yang di tanam di Kab..SBB menggunakan bibit dari Indonesia. "Kami sudah lakukan survei,  rendemannya mencapai 8,5%," kata Parekat. (idt).

Editor : Gesha

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018