Rabu, 17 Oktober 2018


Percepat Tanam, Tanah Laut Bergegas Optimalkan Lahan

09 Okt 2018, 18:06 WIBEditor : Gesha

Masyarakat tani di Kabupaten Tanah Laut mulai mengoptimalkan lahan untuk percepatan tanam | Sumber Foto:HUMAS TANAMAN PANGAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanah Laut --- Hingga kini, banyak petani terpola dengan kebiasaan lama dan kurang menyadari potensi lahannya masih bisa dioptimalkan untuk produksi. Salah satunya adalah Kabupaten Tanah Laut.

Di berbagai tempat banyak petani hanya tanam satu atau dua kali setahun dan membiarkan tanahnya bera dan tidak ditanami. Padahal lahan mereka masih memiliki cukup air dan kelembaban untuk mendukung pertanaman padi gogo atau palawija. Praktek seperti ini banyak terjadi di luar Pulau Jawa, Banten dan sebagian Jawa Barat.

Salah satu contoh lokasi yang masyarakat petaninya masih belum memanfaatkan lahan secara optimal yaitu di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di kabupaten tersebut, umumnya petani membiarkan lahannya kosong setelah panen terakhir di bulan Juli. Mereka akan memulai bertanam lagi pada bulan Desember, berarti setidaknya ada 5 bulan lahan dibiarkan menganggur.

Tidak ingin potensi yang ada terbuang sia-sia, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong dan menyadarkan petani untuk memanfaatkan lahan mereka, yaitu dengan tidak membiarkan tanahnya menjadi bera. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan tanam.

Karena itu, Ditjen Tanaman Pangan melakukan gerakan tanam penanaman padi gogo di lahan sawah seluas sekitar 4 ribu ha. Dengan begitu diharapkan petani akan tergerak melakukan penanaman dengan pola tanam intensif, jadi tidak membiarkan lahan menganggur.

Sejak pertengahan September tim Direktorat Serealia menetap di Desa Kandangan Lama, Kabupaten Tanah Laut, untuk mengawal dan mengarahkan petani.

“Kami memberikan pendampingan dan dukungan secara konperhensif dan total. Kami berkomitmen memberikan bantuan benih padi varietas situbagendit dan herbisida. Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Laut ikut mengerahkan traktor roda empat, spray herbisida dan pompa air,” terang Bambang.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan bantuan saprodi dan alsintan yang dapat didatangkan dalam waktu kurang dari satu minggu setelah pencanangan/perencanaan.

“Sepanjang umur kami, program ini merupakan bantuan pertanian paling cepat tersalur selama ini di Kecamatan Panyipatan,” ungkap Kepala Desa Kandangan Lama, Ideransyah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Laut, Ahmad  menambahkan bahwa mereka bangga Tanah Laut terpilih untuk kegiatan ini, menyadarkan kami bahwa Tanah Laut memiliki potensi untuk menyumbangkan pangan bagi nusantara.

Kecepatan pelaksanaan kegiatan ini didukung karena petani sangat termotivasi dengan cara bertanam baru dengan memanfaatkan musim kemarau. “Baru pertama kali petani melakukan pertanaman di musim kemarau ini dan menggunakan varietas unggul,” pungkas Ketua Gapoktan Berkat Mufakat, Marzuki.     TIA

 

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018