Rabu, 17 Oktober 2018


Kedelai Lokal Lebih Segar dan Enak Loh !

10 Okt 2018, 06:50 WIBEditor : Gesha

Bentuk dan kualitas kedelai lokal lebih unggul daripada kedelai impor | Sumber Foto:Tiara

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Upaya peningkatan produksi kedelai terus diupayakan guna memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Sebab kedelai lokal punya keunggulan tersendiri dibandingkan kedelai impor.

Seperti yang diungkapkan Direktur Aneka Kacang-kacangan dan Umbi, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ali Jamil. Menurutnya, kedelai yang dihasilkan petani lokal lebih berkualitas dalam hal aroma dan kesegarannya.

Di samping itu, kedelai lokal memiliki cita rasa lebih gurih dan enak jika diolah menjadi tahu-tempe dibandingkan kedelai impor.

Untuk diketahui, pengguna kedelai terbesar ini adalah produsen tahu-tempe yaitu 88 persen dari total kebutuhan dalam negeri sebesar 2,8 juta ton.

Karena itu, kualitas kedelai lokal yang lebih dari kedelai impor merupakan nilai tambah yang dapat mendukung gerakan pemerintah dalam peningkatan gizi nasional.

Kualitas kedelai lokal juga diakui oleh Peneliti Pemulia Kedelai dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Harry Ismulyana sebab kedelai lokal yang tersedia adalah kedelai yang baru saja dipanen sehingga lebih segar.

Sedangkan, kedelai impor biasanya sudah disimpan bertahun-tahun. Ditambah transgenik kedelai yang masuk di Indonesia hanya ampas kedelai sementara sari pati sudah menghilang.

Dari segi bentuk dan ukuran saat ini juga sudah banyak kedelai lokal yang berukuran sedang bahkan sama dengan ukuran biji kedelai impor sebesar 16-22 gram per 100 biji sesuai varietasnya.

Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) sejak 1998 telah melepas sebanyak 10 varietas kedelai unggulan yang memiliki kualitas kedelai yang lebih unggul dibanding kedelai impor dan mampu meningkatkan produksi.

"Apabila kita melihat banyaknya keunggulan kedelai lokal ini, sudah saatnya pengrajin tempe berpihak untuk menyerap produksi kedelai lokal. Dan ini akan menjadi dorongan petani untuk bergairah menanam kedelai karena jaminan pasar tersedia. Pengrajin dan petani kedelai harus bersinergi untuk menjaga kontinuitas pasokan kedelai lokal untuk kelangsungan proses produksi pengrajin tempe," jelas Ali Jamil.   TIA

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018