Rabu, 17 Oktober 2018


SIMPLIK, Cara Kekinian Tekan Konflik Hutan

10 Okt 2018, 10:59 WIBEditor : GESHA

Tampilan SIMPLIK dalam lamannya, dan bisa dipergunakan untuk menekan konflik hutan | Sumber Foto:Gesha

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Maraknya konflik yang menyertai pengelolaan sumberdaya hutan di Tanah Air kini dapat dilaporkan dan ditangani melalui layanan sistem informasi pemetaan konflik (SIMPLIK).

SIMPLIK adalah hasil kerjasama Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHPL-KLHK) dengan WWF-Indonesia dan Wana Aksara Institute.

“Bagi pemerintah, SIMPLIK ini yang merupakan pengejawantahan Perdirjen PHPL No. P.5 /2016 yang akan membantu mengetahui kinerja aspek sosial setiap IUPHHK di seluruh Indonesia sehingga hutan produksi mampu mensejahterakan masyarakat sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho.

Formatnya berupa situs dalam jaringan berisi penyajian pemetaan konflik dalam bentuk informasi spasial yang komprehensif, mudah, tepat, dan akurat (real time state) dengan rahasia terjamin.

Lebih lanjut Hilman menjelaskan Peraturan Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari No. P.5/PHPL/UHP/PHPL.1//2/2016, adalah tentang Pedoman Pemetaan Potensi dan Resolusi pada Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dalam Hutan Produksi menjadi landasan dibuatnya SIMPLIK.

Sehingga, SIMPLIK juga menjadi sebuah panduan yang bisa digunakan oleh pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dalam memetakan konflik di areal konsesinya.

“Banyaknya kepentingan yang saling bersinggungan terutama antara pebisnis dan pengelola lingkungan membuat konflik terus terjadi. Selain itu, wilayah Indonesia begitu luas. Kita membutuhkan suatu platform untuk dapat memetakan konflik yang terjadi agar tercipta solusi yang komprehensif,” sebut CEO WWF-Indonesia, Rizal Malik.

Berdasarkan penelitian yang ada, lebih dari 80% kawasan hutan mengalami konflik sosial antara pengelola dan masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh sumber pemanfaatan yang serupa. Selain itu, keberadaan kepemilikan – penguasaan oleh masyarakat datang lebih dulu dibandingkan dengan pemberian izin pengelolaan.

Sehingga, SIMPLIK diharapkan dapat menekan potensi konflik ini, dengan cara mengetahui lebih awal, mengendalikan, mengevaluasi, dan tentunya dalam kerangka resolusi konflik dapat mengatasi permasalahan dan tidak menimbulkan kerugian kedua belah pihak atau kerusakan lebih luas.

SIMPLIK dapat diakses dengan membuka laman http://simdata.id/app/simkonflik/ dan melakukan login. Pengguna fasilitas ini adalah setiap pemegang IUPHHK, peninjau dan administrator, yang masing-masing memiliki hak akses berbeda dalam setiap lamannya. 

Reporter : Gesha

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018