Rabu, 17 Oktober 2018


Berkat Rock Phosphate, Untung Petani Jagung-Sawit Makin Rock n Roll

24 Sep 2018, 13:55 WIBEditor : Gesha

Contoh Rock Phosphate yang bisa digunakan petani jagung dan sawit

TABLOIDSINARTANI.COM, Pekanbaru --- Banyak cara yang bisa dipakai untuk meningkatkan untung petani jagung dan kelapa sawit. Salah satu cara yang dianggap pemungkas adalah penggunaan Rock Phospate. Batuan alam yang dipasok dari Maroko ini diyakini mampu menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Bogor, Husnain usai melaksanakan ‘Progress Meeting’ dalam rangkaian ‘Temu Lapang Pengunaan Rock Phospate Pada Tanam  Sawit’ menjelaskan bahwa penggunaan langsung Rock Phsopate telah lama menjadi agenda nasional yaitu semenjak tahun 1990-an melalui program IMPHOS (The World Phopshate Institute).

Program tersebut terus dilakukan permbaharuan yang sekarang bernama OCP S.A yang dimulai kembali sejak tahun 2016 sampai dengan 2018. Ini artinya, pada tahun ini program kerjasama ini memasuki tahun terakhir.

Menurut Husnain, dari hasil pertemuan perkembangan penggunaan Rock Phospate terbukti bahwa jenis batuan ini kalau diberikan langsung tanpa proses pabrikasi sangat berdampak pada peningkatan produksi dan efisiensi penggunaan pupuk Phospat.

Kosentrasi aplikasi batuan ini memang diarahkan untuk jenis-jenis tanah masam, sehingga potensi tanah masam yang cukup luas di Indonesia bisa dioptimalkan untuk tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Pada tanaman pangan seperti Jagung, dilakukan penelitian di Propinsi Lampung. Data yang diperoleh dari daerah itu ternyata rock phosphate dapat mengefisienkan penggunaan pupuk P (SP 36 dan TSP) hingga 30 %  atau sekitar Rp.750 ribu – 1 juta per hektar.

Margin untung petani jagung bisa meningkat hingga 25 %. Dia mencontohkan, produksi jagung yang menggunakan rock phosphate bisa mencapai 18 ton per hektar. Sedangkan produksi normalnya paling besar mencapai 10 ton per hektar, bahkan pada standar nasional produksi jagung hanya sekitar 5 ton per hektar.

Untuk tanaman kelapa sawit,  selama ini biaya produksi yang paling besar dikeluarkan adalah untuk membeli pupuk. Namun dengan aplikasi rock phosphate ini ada penghematan pupuk dan peningkatan hasil sebesar 15 % Tandan Buah Segar (TBS). Penghematan biaya pupuk P  mencapai Rp.600 ribu per hektar per tahun.

Dengan melihat progress penggunaan rock phosphate ini ada baiknya kiblat pemupukan nasional mulai difokuskan ke jenis batuan tersebut. Perlu diketahui selain kandungan Posfor yang tinggi, Rock Phospate ini juga kaya dengan Calsium yang sangat berguna untuk mendukung peningatan produksi sawit.

Reporter : Mukhlis

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018