Rabu, 17 Oktober 2018


Balitbangtan Jadikan BPATP Wahana Promosi Teknologi Pertanian, Mudahkan Masyarakat Serap Inovasi

13 Agu 2018, 15:16 WIBEditor : Gesha

Suatu teknologi akan bernilai guna jika mampu diserap oleh masyarakat dengan baik. Untuk memudahkannya, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadikan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) sebagai wahana promosi teknologi berbasis Kekayaan Intelektual (KI).

"Ini jadi salah satu jalur diseminasi Balitbangtan. Kita inginkan inovasi Balitbangtan harus cepat sampai ke masyarakat," tegas Kepala Balitbang Pertanian, M. Syakir saat Peresmian Wahana Promosi Teknologi Balitbangtan Bernilai Kekayaan Intelektual di kantor BPATP di Bogor, Senin (13/8).

Sehingga semua teknologi, invensi dan hasil riset yang memberikan kemanfaatan untuk masyarakat terutama peningkatan kesejahteraannya, salah satunya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPATP.

Adanya wahana ini, masyarakat bisa secara aktif datang untuk melihat hasil-hasil riset yang selama ini sudah dihasilkan. 

"Nanti di November juga akan ada yang serupa ini di Kantor Pusat Balitbangtan. Bahkan BPTP di daerah juga akan dibuat seperti ini," tuturnya. 

Syakir menambahkan semua balai dan akses teknologi yang dihasilkan Balitbang Pertanian terbuka untuk umum. 

"Bisa dilihat di webnya juga, tapi bisa juga datang kesini. Karena beberapa juga ingin datang langsung lihat bentuk teknologinya seperti apa. Kami persilahkan," jelas Syakir.

Untuk diketahui, Balitbangtan telah menghasilkan lebih dari 500 varietas didaftarkan, dan 108 varietas unggul tanaman di antaranya yang telah diajukan untuk dilindungi. 64 varietas di antaranya telah memiliki sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Tak hanya dari varietas, teknologi Balitbangtan lainnya seperti Alat Mesin Pertanian, pupuk hayati dan beragam inovasi lainnya. 

Terbuka Lisensi

Selain menjadi wahana promosi teknologi pertanian untuk publik (public domain) BPATP juga menjadi gerbang utama lisensi teknologi untuk diperbanyak oleh pihak swasta. 

"Ini (lisensi) juga strategi Litbang untuk mempercepat teknologi secara massif dan cepat. Untuk perbanyak teknologi tersebut, Litbang punya keterbatasan sehingga butuh gandengan tangan dengan pihak lain yaitu swasta," jelas Syakir.

Syakir menambahkan, bagi mereka (swasta) yang ingin mendapatkan lisensi dari teknologi Balitbangtan bisa datang ke BPATP. 

"Ini dilakukan supaya lisensi-lisensi tersebut melalui satu pintu dan terkontrol sekaligus bisa memonitoring perkembangan lisensi yang sudah dilakukan karena hasilnya harus tetap sesuai spesifikasi yang dikeluarkan Balitbang Pertanian," tutup Syakir.

Untuk diketahui, dari tahun 2015 hingga Juli 2018 sudah terdapat 139 lisensi dari inovasi dan teknologi yang diserap dan diperbanyak oleh mitra usaha (swasta maupun BUMN). Upaya ini dilakukan agar teknologi yang dikembangkan oleh para peneliti dapat mengikuti kebutuhan pasar.

 

Editor : Gesha

 

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018