Rabu, 17 Oktober 2018


Kementan Gerak Cepat Turunkan Tim Penyelamatan Ternak di Lokasi Gempa Lombok

07 Agu 2018, 17:36 WIBEditor : Kontributor

Tak hanya berdampak pada manusia, gempa di Nusa Tenggara Barat juga mempengaruhi hewan ternak milik warga. Karena itu, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan juga melakukan gerak cepat menurunkan Tim untuk melakukan identifikasi penyelamatan ternak akibat bencana gempa bumi di Lombok yang terjadi sejak hari Minggu (5/8) sampai dengan saat ini.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini turun langsung ke lokasi gempa di Lombok untuk memimpin rapat koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTB dan BPTP di Posko BPTP Narmada Lombok. Rapat dihadiri oleh Kadis Provinsi NTB dan Staf, Kepala Karantina Kelas I Mataram dan staf, Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar dan Staf dan Staf BPTU-HPT.

Dalam rapat tersebut, I Ketut Diarmita langsung membentuk Tim untuk membantu warga korban gempa dalam menyelamatkan ternak sapi, sehingga ternak warga tetap selamat dan sehat. I Ketut meminta Tim yang diketuai oleh  Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar  Drh. Wayan Masa Tenaya, PhD untuk segera mengidentifikasi permasalahan di lapangan terkait penyelamatan ternak, terutama mengenai ketersediaan hijauan pakan ternak, obat-obatan dan penanganan ternak yang mati.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB, ada 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Lombok Timur (KLotim)  yang terkena dampak paling besar dan ternaknya perlu mendapat bantuan pakan dan pengobatan. Dari KLU ada 4 Kecamatan, yaitu: Pemenang, Tanjung, Gangga dan Kahyangan, sedangkan dari KLotim ada 3 kecamatan, yaitu: Sambelia, Sembalun dan Pringgabaya.

I Ketut mengatakan, data rinci peternak dan populasi masing-masing ternak sudah tersedia  per kecamatan. Selain itu data kelompok petani peternak sebagai dasar pemberian bantuan pakan dan obat-obatan juga sudah tersedia.

“Untuk sementara belum ada laporan kematian ternak, sehingga Ditjen PKH fokus menyisir dan mengidentifikasi peternak yang terkena musibah untuk diketahui berapa kepemilikan ternaknya,” kata I Ketut Diarmita.

Mengingat petani di daerah gempa masih bergulat untuk menangani dirinya sendiri akibat adanya musibah gempa bumi, I Ketut menegaskan, ternak milik petani tidak boleh terlantar untuk pakan dan masalah penyakit. “Apabila data CPCL (Calon Penerima dan Calon Lokasi) sudah jelas, maka kita akan menugaskan anggota Tim yang sesuai dengan komptensi dan kebutuhan yang diperlukan,” ucap I Ketut Diarmita.

Berdasarkan laporan dari perwakilan BPTU-HPT Denpasar bahwa pakan ternak yang tersedia saat ini adalah konsentrat dan pucuk tebu yang siap untuk dikirim dari Bali. Sedangkan obat-obataan yang masih tersedia di Dinas Peternakan Kabupaten adalah obat untuk Siwab dan gangrep.

Selain itu, I Ketut Diarmita juga meminta agar Tim juga membantu antisipasi terhadap pencurian sapi, karena ditinggal pemiliknya. “Saat ini Kementan, termasuk juga Ditjen PKH juga membuka sejumlah rekening bagi masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan berupa uang kepada korban gempa di Lombok,” pungkasnya.

Editor : Gesha

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018