Rabu, 17 Oktober 2018


Barantan Gandeng Bank Mandiri Untuk Percepat Layanan

09 Okt 2018, 16:15 WIBEditor : GESHA

Kepala Barantan, Banun Harpini teken kerjasama dengan Bank Mandiri untuk percepat dan permudah layanan | Sumber Foto:HUMAS KARANTINA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kini transaksi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari layanan perkarantinaan dapat dilakukan secara elektronik, hal ini setelah pasca ditandatanganinya kerjasama Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan Bank Mandiri Tbk.

Sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian untuk meningkatkan pengawasan produk pertanian di tempat pemasukan dan pengeluaran di seluruh wilayah Indonesia, Barantan terus lakukan terobosan kebijakan dan penerapan sistem informasi yang terintegrasi.

Kepala Barantan, Banun Harpini dan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Alexandra Askandar melakukan penandatangan kerjasama dalam hal pemanfaatan mini Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk transaksi pembayaran penerimaan negara bukan pajak atau PNBP secara elektronik.

"Sebagai salah satu bank persepsi, kami terus mendukung upaya pemerintah memperlancar pelayanan kepada masyarakat," kata Alexandra.

Sistem Layanan Bank Mandiri, e-money ini akan diintegrasikan dengan sistem monitoring arus barang secara real time yang dimiliki oleh Barantan, Indonesian Quarantine Full Automation System (IQ-FAST).

Integrasi sistem tersebut diujicobakan akhir tahun 2018. Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon terpilih sebagai unit pelaksana teknis ujicoba sebelum nantinya diberlakukan di unit pelaksana teknis karantina di pelosok negeri.

Banun berharap, sistem ini dapat mengatasi permasalahan keterlambatan penyetoran PNBP yang selama ini dilakukan secara manual.

Pengintegrasian sistem dengan instansi terkait dalam kerangka pengawasan dan memperlancar arus perdagangan komoditas pertanian secara bertahap terus dilakukan.

Saat ini 10 unit pelaksana teknis di Badan Karantina Pertanian telah terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW), dan akan terus dikembangkan untuk seluruh karantina di Indonesia.

 "Single Submission, merupakan inisiasi dari Badan Karantina Pertanian di tahun 2013 dan kini telah di adopsi oleh Kemenko Perekonomian di sektor ekonomi. Ini salah satu terobosan guna memperlancar arus barang yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bagi produk pertanian ekspor dan menjadikan harga lebih terjangkau bagi produk pertanian yang diimpor," pungkas Banun. TIA/Endah K

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018