Rabu, 17 Oktober 2018


Yuk Daftarkan Burung 'Tentengan' ke Karantina !

12 Okt 2018, 16:22 WIBEditor : GESHA

Bagi penghobi yang bawa burung hand carrry harus tetap lapor karantina | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Banyak hobies yang ternyata tidak mendaftarkan burung bawaannya saat melalulintaskan antar area. Mulai dari alasan ribet, lama dan mahal membuat mereka melewatkan proses prosedur yang semestinya. Padahal proses daftarnya mudah dan murah loh!.

Lalu lintas burung antar pulau sering dilakukan para hobies untuk melengkapi koleksi kesayangan mereka atau pun untuk diperjualbelikan. Namun sayang kegiatan lalu lintas burung ini masih banyak dilakukan tidak sesuai dengan prosedur.

Berdasarkan data bidang kepatuhan karantina pertanian, sepanjang tahun 2018 ratusan burung dilalulintaskan tidak melalui prosedur yang berlaku. Mayoritas penyelundupan berasal dari Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Ambon, Ternate dan Papua.

Berbagai modus digunakan untuk membawa burung-burung tersebut keluar pulau secara ilegal. Dari berbagai kasus lalu lintas burung ilegal tersebut mayoritas alasannya dikarenakan para hobies/pebisnis enggan mengurus kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.

Mereka mengira prosedur yang harus mereka lalui akan ribet, lama dan mahal. 

Padahal, berdasarkan PP no. 35 tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya pemeriksaan karantina untuk jenis unggas kecil seperti burung hanya sebesar Rp 3 ribu/ekor. 

Harga yang murah dibandingkan resiko wabah flu burung setiap saat mengintai mereka yang membawa burung tanpa diketahui status kesehatannya.

Mudah 

Lalu, seperti apakah caranya? Pertama-tama, pastikan burung tersebut bukan satwa liar yang dilindungi dengan memastikannya dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) no. P.20 tahun 2018.

Pastikan juga burung tersebut tidak berasal dari area yang sedang terjangkit Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang dapat ditularkan melalui hewan tersebut seperti wabah flu burung.

Kedua, lapor karantina. Jika hanya membawa 1-2 ekor burung (tentengan), satu jam sebelum keberangkatan datanglah ke ruang layanan karantina yang ada di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. 

Petugas karantina akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan burung tersebut sehat dan bebas virus Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Berdasarkan Permentan nomer 37 tahun 2014 tentang Tindakan Karantina Hewan Terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Unggas, bagi yang membawa 1-2 ekor burung masih dikategorikan sebagai tentengan (hand carry) tidak memerlukan surat keterangan kesehatan hewan/sertifikasi veteriner dari dinas yang berwenang di daerah asal.

Namun jika jumlah burung yang dibawa banyak maka datanglah minimal H-1 ke kantor layanan karantina untuk melakukan pemeriksaan fisik burung dengan wajib membawa surat keterangan kesehatan hewan/sertifikasi veteriner dari dinas yang berwenang di daerah asal.

Ketiga, bayar PNBP. Biaya pemeriksaan karantina hanya sebesar Rp 3 ribu/ekor , sesuai dengan PP nomor 35 tahun 2016 tentang PNBP Kementerian Pertanian.

Jika hasil pemeriksaan burung dinyatakan sehat maka petugas karantina akan mengeluarkan sertifikat kesehatan hewan dengan biaya hanya Rp 5 ribu.

Nah mudah, cepat dan murah kan? Tiga tahap lapor karantina ini tidak menggambarkan proses birokrasi yang berbelit-belit.   (TIA/Wulan-Prahum Barantan)

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018