Rabu, 17 Oktober 2018


Cegah Wabah Flu Burung, Laporkan Kepemilikan Unggas Anda

12 Okt 2018, 16:50 WIBEditor : GESHA

Mari laporkan kepemilikan unggas Anda untuk membantu mencegah wabah flu burung | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Anda memiliki burung?atau hewan unggas lainnya. Atau anda jual beli burung dan unggas lain ke beberapa daerah?Mari cegah flu burung dengan lapor kepemilikan atau perlintasannya pada karantina.

Langkah pelaporan ke karantina sebenarnya upaya simple untuk namun sangat berarti dalam mencegah mewabahnya virus flu burung.

Virus flu burung termasuk salah satu airborne disease yang sangat berbahaya, dengan penyebaran yang mudah hanya melalui udara.

Satu ekor burung saja kita lalulintaskan tanpa diketahui status kesehatannya, dapat mendatangkan resiko tersebarnya virus flu burung yang akan berdampak secara nasional pada semua unggas dan juga manusia.

Seperti diketahui, wabah virus flu burung di Indonesia memiliki dampak multikompleks, seperti ekonomi, kesehatan masyarakat, sosial budaya dan politik.

Misalnya saja, flu burung bisa mematikan ekonomi masyarakat desa, mengancam kesehatan manusia, pelarangan kunjungan wisata dari luar negeri sampai hilangnya pasar ekspor karena ketidakpercayaan pasar internasional akan produk Indonesia.

Bisa kita bayangkan, kelalaian dan kemalasan kita mengikuti prosedur Lapor Karantina yang sebenarnya mudah, cepat dan murah ini mampu berdampak pada kerugian negara yang sangat besar.

Karena meski hanya satu ekor burung ataupun seribu ekor tidak ada bedanya, tetap memiliki potensi yang sama dalam membawa penularan virus AI yang berbahaya.

Cara Lapor

Pertama-tama, pastikan bukan satwa liar yang dilindungi. kita harus pastikan bahwa burung tersebut tidak termasuk dalam daftar satwa liar yang dilindungi dalam Permen LHK no. P.20 tahun 2018, tidak berasal dari area yang sedang terjangkit Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang dapat ditularkan melalui hewan tersebut seperti wabah flu burung.

Kedua, lapor karantina. Jika hanya membawa 1-2 ekor burung (tentengan), satu jam sebelum keberangkatan datanglah ke ruang layanan karantina yang ada di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Petugas karantina akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan burung tersebut sehat dan bebas virus Avian Influenza (AI) atau flu burung. Berdasarkan Permentan nomer 37 tahun 2014 tentang Tindakan Karantina Hewan Terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Unggas, membawa 1-2 ekor burung masih dikategorikan sebagai tentengan (hand carry) tidak memerlukan surat keterangan kesehatan hewan/sertifikasi veteriner dari dinas yang berwenang di daerah asal.

Namun jika jumlah burung yang dibawa banyak maka datanglah minimal H-1 ke kantor layanan karantina untuk melakukan pemeriksaan fisik burung dengan wajib membawa surat keterangan kesehatan hewan/sertifikasi veteriner dari dinas yang berwenang di daerah asal.

Ketiga, bayar PNBP. Biaya pemeriksaan karantina hanya sebesar Rp 3 ribu/ekor , sesuai dengan PP nomor 35 tahun 2016 tentang PNBP Kementerian Pertanian.

Jika hasil pemeriksaan burung dinyatakan sehat maka petugas karantina akan mengeluarkan sertifikat kesehatan hewan dengan biaya hanya Rp 5 ribu.

Partisipasi kita untuk selalu melakukan Lapor Karantina setiap membawa komoditas pertanian baik itu hewan, tumbuhan maupun produknya tentu sangat bermanfaat dalam melindungi negara kita dari wabah penyakit hewan dan tumbuhan yang sangat berbahaya.

 

Yuks kita cegah penyakit hewan dan tumbuhan masuk dan tersebar di Indonesia!  (Tia/Wulan-Prahum Barantan) 

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018