Rabu, 17 Oktober 2018


Karantina Periksa 22.6 ton Rumput Laut, Sebelum Diekspor ke Spanyol

12 Okt 2018, 17:04 WIBEditor : GESHA

Rumput Laut dari Pare-pare diminati pasar di Spanyol | Sumber Foto:HUMAS BARANTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Pare-pare --- Sebanyak  22,6 ton olahan rumput laut berupa Karaginan milik  PT. Biota Laut Ganggang untuk kali pertama akan diekspor ke Spanyol. Badan Karantina Pertanian (Barantan) pun memeriksanya guna memastikan keamanan produk.

"Proses pemeriksaan karantina pada ekspor perdana ini sangat penting, karena akan memberikan jaminan kesehatan dan keamanan  produk yang juga menentukan keberlanjutan ekspor," kata Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin, Jumat (12/10)

Untuk diketahui, rumput laut Indonesia sudah seringkali diekspor ke berbagai negara. Sebut saja Tiongkok, Korea Selatan, Chili, Vietnam, Jepang, Jerman, Hongkong, Filipina, Rusia, Denmark dan kini Spanyol.

Data dari Badan Pusat Statistik menyebutkan ekspor rumput laut pada 2017 meningkat 7,23 persen menjadi 174 ribu ton dari sebelumnya hanya 164 ribu ton.

Dan Tiongkok menjadi tujuan ekspor utama untuk komoditas rumput laut, tercatat sepanjang 2017 volume perdagangan mencapai 149 ribu ton atau setara dengan 85,5 persen dari total ekspor. Jumlah ini meningkat 6.23 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara nilai ekspor rumput laut ke negara tersebut meningkat 37,3 persen menjadi US$ 127,6 juta dari sebelumnya hanya US$ 92,97.

Naiknya harga membuat nilai ekspor rumput laut Indonesia tahun lalu tumbuh lebih dari sepertiga dari tahun sebelumnya. 

Komoditas ini  sudah mulai dijadikan bahan baku industri pangan, farmasi, kosmetik dan bioteknologi. 

"Harapannya dengan tumbuh dan berkembangnya industri tersebut, kebutuhan akan pasokan rumput laut asal Indonesia yang terjaga kualitas, kesehatan dan keamanannya dapat terus meningkat," pungkas Antarjo (TIA/Dwi Wulansari/Endah K)

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018