Rabu, 17 Oktober 2018


Hore,,Ribuan Ton Hortikultura Terbang Lagi ke Luar Negeri

08 Okt 2018, 16:35 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo melepas langsung ekspor mangga dan aneka produk hortikultura lainnya langsung dari Surabaya | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melakukan ekspor produk pertanian hortikultura sebanyak ribuan ton ke berbagai negara.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menuturkan potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat (tanpa impor), bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Amran sempat menyebutkan pada 2017, ekspor pertanian mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar  Rp 214 triliun.

Sedangkan untuk tahun 2018, ekspor pertanian semakin meningkat terutama dari produk hortikultura. Tercatat dari data BPS, nilai ekspor komoditas hortikultura segar Januari-Juli 2018 mencapai Rp 1,22 triliun atau naik sebesar 60,5 persen dibanding periode yang tahun sebelumnya yakni hanya Rp 0,76 triliun.

Peluang di pasar luar negeri yang terbuka dan harga dollar yang tengah menguat menjadi latar banyaknya ekspor pertanian sekarang.

Salah satunya saat Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Suwandi dan para pelaku usaha melepas ekspor beragam komoditas hortikultura, yaitu mangga ke Singapura dan Malaysia (100 ton), benih kangkung ke China, Malaysia, dan Vietnam (800 ton).

Bukan hanya itu, bawang merah pun turut diekspor ke Philipina dengan total 800 ton. Pelepasan ekspor dilakukan di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (8/10).

"Hari ini, kita buktikan lagi ekspor. Ada mangga dan benih sayuran juga bawang merah. Pertumbuhanan ekonomi bisa bangkit karena 2 hal, yaitu ekspor dan investasi. Dua hal ini kita dorong terus,” terangnya.

Amran optimis volume ekspor beberapa komoditas yang sudah tembus pasar ekspor seperti mangga, manggis, salak, nenas, benih, sayuran, bawang merah, tanaman hias, telur, ayam, kambing, jagung akan terus meningkat.

Karena itu, Amran meminta pihaknya untuk menambah kawasan pengembangan pertanian dan pendampingan yang intensif dari aspek hulu sampai hilir, sehingga petani mampu menghasilkan produk pangan berkualitas ekspor.

“Saya minta, agar volume bantuan mangga dan komoditas lainnya ditambah. Negara kita ini subur, masih banyak lahan yang belum dioptimalkan. Saatnya kita bangunkan, jangan biarkan lahan tidur,” ujarnya.

Untuk tahun 2018, Kementan memperkirakan ekspor mangga mencapai 835 ton, naik 6 persen dari 2017 yang hanya 790 ton. Sementara ekspor bawang merah di tahun 2018, ditargetkan 15 ribu ton, yakni naik 128 persen dibandingkan 2017 yang hanya 6.588 ton.

"Ekspor mangga pada Januari-Juli 2018 sangat tinggi, nilainya mencapai Rp 1,85 miliar, sementara impornya hanya Rp 70,56 juta. Ini menunjukkan upaya pemerintah mendorong petani dan pelaku usaha membuahkan hasil positif, yakni ekspor terus naik,” pungkasnya.

Banyak Peluang

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengapresiasi dukungan Kementan dalam mendorong ekspor komoditas pangan di Jawa Timur. Apalagi saat ini harga bawang merah sedang turun, Kementan bersama pelaku usaha mampu mengangkat harga sehingga petani tidak rugi.

"Terima kasih kepada Pak Menteri saat harga anjlok kita ekspor sehingga memberikan harga yang menguntungkan bagi petani. Masih banyak lagi komoditas pertanian yang bisa diekspor,” ungkapnya.

Ekspor benih sayuran dari Indonesia merupakan peluang baru yang bisa dilirik oleh pelaku usaha khususnya eksportir. Sebab, industri perbenihan dalam negeri sudah maju dan mampu bersaing dengan produk benih negara lain.

Selain kangkung, beberapa benih hortikultura yang telah diekspor yaitu benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, pare welut, semangka, terong, tomat, jagung pulut,  kacang panjang,  bayam, okra dan buncis.

Direncanakan hingga akhir tahun 2018 nanti akan ada 900 ton benih sayuran yang diekspor sehingga naik 50 persen dibandingkan 2017. Bahkan di tahun 2019 mendatang ditargetkan lebih tinggi lagi.

Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi menambahkan Kementan telah menetapkan prognosa (angka prediksi) produksi sayuran 2018 telah mencapai 12,9 juta ton atau naik 3,4 persen dibandingkan 2017, bawang merah 1,5 juta ton atau naik 1,5 persen dibandingkan 2017 dan produksi mangga 2,27 ton, naik 3,08 persen dari 2017.

Lebih lanjut, Suwandi mengatakan bahwa persyaratan ekspor buah selama ini telah memenuhi standar Sanitary and phytosanitary (SPS) yaitu bebas dari lalat buah, kutu putih, dilakukan registrasi kebun, sertifikasi packing house dan perkarantinaan. "Proses produksi baik mangga maupun benih sayuran dikerjakan bermitra dengan petani," ungkapnya.

Sedangkan kemudahan untuk ekspor juga telah ditempuh Kementan dengan adanya online single submission. Dimana dahulu mengurus izin untuk ekspor bisa 6 bulan, 1 tahun bahkan 2 tahun, tetapi hari ini bisa 1 jam. (tia)

 

 

 

 

 

 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018