Loading...

1,6 Juta Sapi Bunting dari 3,69 Juta yang di IB

13:10 WIB | Thursday, 14-December-2017 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

 

 

Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) menjadi program pemerintah untuk meningkatkan populasi sapi. Salah satu kegiatannya adalah inseminasi buatan (IB).

 

Dari hasil IB, data menyebutkan telah mencapai 3.690.721 ekor atau 92,27% dari target 4 juta ekor. Sedangkan jumlah kebuntingan mencapai 1.624.614 ekor atau 54,13% dari target 3 juta ekor. Sedangkan jumlah kelahiran sebanyak 706.314 ekor.

 

“Upsus Siwab merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat Evaluasi Upsus Siwab Nasional Tahun 2017, beberapa waktu lalu di Provinsi Jawa Timur. "Capaian masih terus kita evaluasi sampai tahun 2018, mengingat tanda-tanda kebuntingan baru bisa dideteksi setelah beberapa bulan setelah sapi di IB,” tambahnya.

 

Untuk kegiatan pendukung Upsus Siwab telah dilaksanakan beberapa hal. Pertama, penanganan gangguan reproduksi tahun 2017 telah diperiksa sebanyak 288.345  ekor sapi dan sebanyak 281.117 ekor dilakukan penanganan gangguan reproduksi.  Artinya penanganan gangguan reproduksi tercapai 93,7% dari yang targetkan sebanyak 300.000 ekor. Sedangkan untuk kesembuhannya terealisasi sebanyak 149.615 ekor atau 53 % dari target 200.000 ekor.

 

"Gangguan reproduksi pada akseptor merupakan salah satu penyebab kegagalan kebuntingan, untuk itu upaya penanganan gangguan reproduksi secara terus menerus dilakukan dan menjadi aktivitas yang tidak terpisahkan mendukung keberhasilan UPSUS SIWAB," tuturnya.

 

Kedua, untuk mempertahankan struktur betina dewasa dan angka betina produktif sebagai akseptor yang akan di IB, maka telah dilaksanakan pencegahan pemotongan betina produktif di 17 Provinsi.  Sampai akhir November 2017 telah diselamatkan atau ditolak pemotongannya sebanyak 6.974 ekor. “Implementasi penanggulangan pemotongan betina produktif tersebut bekerjasama dengan BAHARKAM POLRI”, ujarnya.

 

Ketiga. Untuk menjamin aktifitas pelayanan dalam pelaksanaan Upsus Siwab, Ditjen PKH menargetkan produksi semen beku pada tahun 2018 sebanyak 6 juta yang dihitung berdasarkan services per conception (SC) 2 yang akan disebar ke seluruh peternak Indonesia. Ketersediaan dan produksi semen beku di balai inseminasi buatan pemerintah, yaitu, BBIB Singosari, BIB Lembang dan BIBD Kalimantan Selatan  sebanyak 9.040.003 dosis. Sedangkan jumlah semen beku yang sudah didistribusikan pada tahun ini sebanyak 5.995.075 dosis ke peternak seluruh Indonesia.

 

Keempat, Ditjen PKH bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dalam proses distribusi N2 cair dan semen beku dengan menggunakan pesawat ATR Garuda pada 44 rute penerbangan. Kerjasama ini untuk mengatasi kendala akan sulitnya mendapatkan N2 cair di lapanganKetut. "Ketersediaan sarana tersebut dilapangan merupakan faktor yang sangat penting dalam mensukseskan UPSUS SIWAB," ujarnya.

 

Kelima, Untuk penguatan pakan, telah dilakukan pengembangan HPT (Hijauan Pakan Ternak) yang terealisasi seluas 5.925 Ha atau 62,45% dari target 9.487 Ha, sedangkan pakan konsentrat terealisasi 2.747 ton atau 92,65% dari target 2.965 ton

 

I Ketut Diarmita mengungkapkan, saat ini merupakan tahun pertama pelaksanaan UPSUS SIWAB. Karena itu, kendala dan permasalahan yang terjadi pada tahun ini dicari penyelesaiannya bersama agar pelaksanaan tahun 2018 dapat berjalan lebih baik. “Untuk kelancaran pelaksanaan tahun 2018 kami mengajak kepada seluruh pihak untuk all out bersama-sama mewujudkan target yang telah kita tetapkan,” himbau Ketut Diarmita. Selain itu, I Ketut juga menuturkan agar pedoman pelaksanaan UPSUS SIWAB Tahun 2018 disempurnakan dengan berkaca pada pelaksanaan tahun 2017. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162