Loading...

2017 Optimisme Menuju Tangga Swasembada Pangan

11:37 WIB | Wednesday, 28-December-2016 | Sorotan | Penulis : Ahmad Soim

Dua tahun terakhir, pembangunan pertanian menunjukkan berbagai perubahan ke arah positif. Perlahan tapi pasti, beragam pencapaian sudah terukur dan terukir. Meski harus diakui masih ada kekurangan dan hambatan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah pada tahun 2017.

 

Bendera swasembada pa­ngan telah pemerintah kibar­kan. Untuk mencapai target itu, berbagai bantuan telah digelontorkan ke petani dalam program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi pangan.

Dari mulai pemberian subsidi benih, pupuk hingga bantuan alat mesin pertanian. Infrastruktur, terutama jaringan irigasi yang selama ini terbengkalai pun dibenahi. Dalam pemasaran pro­duk pertanian, pemerintah ber­upaya memangkas rantai pasok yang cenderung merugikan petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, proses pembangunan sektor pertanian sekarang ini adalah pertama-tama membuat petani stabil dahulu. Dalam arti, tiap petani berusaha tani (jenis apapun) tidak merugi. Jadi kata kuncinya adalah pendekatan kepada kesejahteraan.

“Kita sekarang tengah genjot produksi yang akhirnya (bermuara) pada kesejahteraan. Karenanya kita pasangkan penyangganya (buffer) berupa floor price (harga terendah yang diterima petani,” kata Amran. Dengan adanya harga penyangga, petani mendapat ke­pastian dalam memasarkan produk hasil panennya dan terus berusaha tani. Jadi adanya floor price memposisikan dan mengunci petani menjadi untung.

Langkah selanjutnya menurut Amran, adalah peningkatan in­frastruktur, perbaikan regulasi yang memihak pada rakyat (pro rakyat), perbaikan supply chain hingga pengendalian impor. “Kita sedang mengejar, memperbaiki itu semua secara berurutan. Jika semua sudah bisa dilakukan mera­ta, pertanian kita sudah bisa berlari,” tegasnya.

 

Ubah Wajah Petani

Modernisasi yang pemerintah dorong telah mengubah wajah petani Indonesia. Dua tahun pencanangan Program Upaya Khu­sus (Upsus) peningkatan produksi pangan mulai berdampak pada kesejahteraan petani. Catatan BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 101,28 (Agustus 2015) menjadi 101,56 (Agustus 2016). Begitu juga Nilai Tukar Usaha Pertanian naik 2,88%. Jika pada Desember 2015 hanya 107,45, maka pada September 2016 menjadi 109,76.

Selama dua tahun, pemerintah memberikan bantuan alsintan sebanyak 180 ribu unit, asuransi pertanian 373 ribu ha, pembuatan embung/long storage/dam parit sebanyak 1.235 unit, rehabilitasi jaringan irigasi 3,05 juta ha. Selain itu bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) 527 unit, cetak sawah 142.394 ha, subsidi pupuk 9,55 juta ton/tahun, pengem­bangan lahan rawa 2 ribu ha, optimasi lahan 1,03 juta ha.

Bantuan pemerintah tersebut memberikan efek domino. Bu­kan hanya terjadi peningkatan produksi, tapi juga kesejahteraan petani. Angka Tetap (ATAP) BPS 2015, produksi padi mencapai 75,4 juta ton, jagung 19,6 juta ton, dan kedelai 0,963 juta ton. Sementara, produksi padi 2014 hanya 70,84 juta ton, jagung 19 juta ton dan kedelai 0,954 juta ton. Sedangkan Angka Ramalan (ARAM) II BPS 2016 diprediksi terjadi peningkatan produksi padi sebesar 79,14 juta ton dan jagung 23,16 juta ton.

Untuk komoditas peternakan, produksi daging sapi tahun 2014 tercatat 497.670 ton. Pada 2015 sebanyak 506.660 ton dan akan meningkat menjadi 524.110 ton tahun 2016. Sedangkan untuk produksi sawit, pada 2014 tercatat sebanyak 29,27 juta ton minyak sawit. Tahun 2015 sebanyak 31,28 juta ton, dan akan meningkat menjadi 33,51 juta ton tahun 2016. Angka tersebut diharapkan akan makin meningkat di tahun 2017 seiring dengan peningkatan produksi dan inovasi teknologi yang makin intensif.

Bukan hanya produksi yang terkerek, petani juga merasakan dampaknya. Hasil survey INDEF mengenai tingkat kepuasan petani terhadap program Kementan mencapai 76,8. Sedangkan kepuas­an terhadap bantuan alsintan 75,83, pembangunan infrastruktur 71,99, bantuan subsidi benih dan pupuk 79,99, pendampingan penyuluh 75,83 dan respon pengawalan TNI 75,83.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162