Loading...

25 Gapoktan Bakal Dikorporasi

15:49 WIB | Wednesday, 13-September-2017 | Suara Tani, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Julianto

Pemerintah  menargetkan sebanyak 25 gabungan kelompok tani (Gapoktan) akan dikorporasi menjadi semacam perusahaan besar yang bergerak  di sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir.

 

Demikian salah satu kesimpulan dalam rapat tertutup yang membahas tentang korporasi petani dengan Menteri Desa PDT dan Menteri Negara (Meneg) BUMN, di kantor Meneg BUMN, di Jakarta, Rabu (13/9). “Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden terkait dengan koroporasi petani,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman usai rapat.  

 

Menurut Amran, kelembagan  petani seperti Poktan dan Gapoktan ke depan diperkuat untuk menjadi lembaga ekonomi, sehingga mampu mengembangkan dan meningkatkan ekonomi petani. Karena itu Gapoktan yang ada di daerah-daerah nantinya dikorporasi dan diperkuat. Misalnya, mereka nanti bisa membuat benih sendiri atau mengolah tanah sendiri.

 

Jika nanti tiap Gapoktan mengolah tanah, menanam dengan memanfaatkan mekanisasi pertanian, biayanya bisa ditekan hingga 40%. Apalagi kemudian, peralatan pertaniannya dikelola manajer yang handal, petani akan mendapatkan nilai tambah..

 

Amran berharap, jika selama ini petani hanya terbatas melakukan produksi, maka dengan adanya korporasi, petani bisa melakukan kegiatan ekonomi dari hulu sampai hilir. "Mereka bisa mengemas produknya kemudian menjualnya langsung ke supermarket,” ujarnya.

 

Korporasi petani ini menurut Amran, juga berperan untuk memotong rantai pasok. Sehingga, barang yang diproduksi petani langsung dijual ke pasar dan bisa dinikmati masyarakat dengan harga  yang layak.  “Karena itu kita siapkan 25 Gapoktan untuk dikorporasi tahun ini.  Untuk tahap awal komoditasnya padi,” katanya. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162