Loading...

2,5 ton Benih Padi, Kado Tahun Baru untuk Petani Kota Reog

16:20 WIB | Saturday, 13-January-2018 | Kontak Tani Sukses, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Clara Agustin

 

 

Petani Kota Reog, Ponorogo, Jawa Timur mendapat hadiah dari Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir karena berhasil meningkatkan produksi padi. Hadiah atau kado di tahun baru 2018 ini berupa benih padi sebanyak 2,5 ton.

 

"Karena hasil panen di Desa Paringan bagus, saya akan memberikan bantuan benih ss dari BB Padi varietas Inpari 30 sebanyak 2,5 ton agar hasilnya lebih baik dan dapat ditanam di musim kering dan hujan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, M. Syakir saat panen di Desa Paringan, Kec. Jaringan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (13/1).

 

Inpari 30 merupakan varietas amfibi yang potensi hasilnya mampu menembus 10 ton per ha. Keunggulan utama dari varietas ini mampu bertahan di genangan dan lahan kering. "Makanya kami sebutkan varietas ini adalah Ciherang Plus atau padi amfibi," jelas Syakir.

 

Bantuan benih Inpari 30 ini bukan untuk dikembangkan sebagai konsumsi, melainkan sebagai benih lagi. Agar kedepannya seluruh petani di Ponorogo mudah mendapatkannya. "Ini dikembangkan sebagai modal utama untuk pengembangkan benih sumber di Ponorogo. Jadi untuk saat ini jangan dikonsumsi dulu," pesan Syakir.

 

Ketua Kelompok Tani Tani Makmur, Untoyo mengatakan, bahwa selama ini petani di Desa Paringan, biasa menanam Ciherang dan padi lokal (Srikuning dan Merdeka). "Hasilnya untuk yang Ciherang 7,7-8,4 ton per ha dan yang padi lokal lebih tinggi, mampu mencapai 12 ton per ha," katanya.

 

Hasil tinggi ini bukan hanya didapat cuma-cuma. Berkat infrastuktur yang memadai, saprotan yang tepat waktu dan tidak berkendala serta adanya pengawasan langsung dari penyuluh dan babinsa. "Hasil tinggi ini juga didapat dari kita menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Makanya kalau bisa kita dibantu untuk POC oleh pemerintah," harap Untoyo.

 

Kepala Dinas Pertanian Kab. Ponorogo, Armanto mengatakan bahwa dengan menggunakan POC ada peningkatan hasil 0,8-1,4 ton per ha. Sehingga POC banyak dicari oleh petani di Ponorogo. "Dulu kita menggunakan pupuk kimia, tapi sempat langka lalu dicoba menggunakan POC, ternyata hasilnya lebih baik," jelasnya.

 

Melihat dari hasil pertanian padi di Ponorogo, dari tahun 2015-2017 luas tanamnya selalu melampaui target. Tahun lalu saja ditargetkan 78 ribu ha ternyata mampu lebih hingga 79 ribu ha. Produksinya pun termasuk tinggi, rata-rata 7,8 ton per ha. "Setiap tahunnya hasilnya di Ponorogo 500 ribu ton dan kebutuhan masyarakat 200 ribu ton. Jadi setiap tahun selalu ada surplus 300 ribu ton. Dengan demikian masyarakat Ponorogo tidak butuh impor beras," tegas Armanto. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162