Loading...

436 CPNS Kementan Ikuti Reorientasi Sebagai Generasi Penerus dan Masa Depan Sektor Pertanian

15:56 WIB | Friday, 02-February-2018 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

Sebanyak 39 CPNS di antaranya ditempatkan di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui formasi khusus untuk menduduki jabatan Widyaiswara, Dosen, dan Guru.

 

 

 

“Keberadaan Saudara dalam lembaga ini adalah sebagai generasi penerus sekaligus penentu masa depan bagi sektor pertanian,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono saat memberikan orientasi kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditempatkan di institusinya.

 

 

 

Dia berharap mereka mampu untuk mendukung pengembangan SDM dan kelembagaan petani  yang kreatif, inovatif, dan berwawasan global.

 

 

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian memiliki lanjutnya bertugas menyelenggarakan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian dan memiliki fungsi dominan dalam pelaksanaan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian.

 

 

 

Struktur Organisasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pusat terdiri atas Sekretariat Badan, Pusat Penyuluhan Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian, dan Pusat Pendidikan Pertanian. Sedangkan Unit Pelaksana Teknis berjumlah 19 UPT yang meliputi:     1 (satu) Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian; 6 (enam) Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (Bogor, Magelang, Malang, Medan, Gowa, dan Manokwari); 7 (tujuh) Balai Besar Pelatihan (Cinagara, Lembang, Batu, Ketindan, Binuang, Batangkaluku, dan Kupang; 2 (dua) Balai Pelatihan Pertanian (Jambi dan Lampung); 3 (tiga) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (Sembawa, Banjarbaru, dan Kupang).

 

 

 

Kementerian (Kementan) tahun ini menerima sebanyak 436 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari formasi awal yang ditetapkan sebanyak 475 orang. Separuh dari total 436 CPNS yang diterima merupakan lulusan baru yang merupakan formasi khusus, tamatan jenjang pendidikan S1 dan S2, yang sebelumnya ikut seleksi kompetensi dasar dan memenuhi passing grade.

 

 

 

Ada 80.306 jumlah pelamar online yang kemudian disaring menjadi hanya 475 saja. Mereka dibagi ke dalam empat kriteria, yakni dari 112 formasi cumlaude yang diterima 107 orang. Selanjutnya dari 10 warga Papua hanya 8 orang yang diterima, dari 8 orang penyandang disabilitas hanya  6 orang yang diterima, dan dari 345 posisi jabatan untuk umum hanya 315 orang yang diterima.

 

 

 

Momon Rusmono menekankan agar mereka tidak mahir teori saja tetapi juga paham dan langsung terjun ke lapangan  mengenal pertanian secara utuh.   “Jadilah abdi negara yang bekerja dengan baik, jujur, loyal, disiplin, berintegritas, dan anti korupsi. Kalian adalah sarana untuk merubah Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Bergeraklah bersama-sama agar bisa merubah wajah pertanian, wajah Indonesia, sehingga kita diakui dunia,” tambahnya.

 

 

 

 

 

Diserahkan ke Unit Kerja

 

Orientasi CPNS lingkup Kementerian Pertanian di Jakarta ditutup dengan   penyerahan secara resmi Keputusan Menteri Pertanian tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil lingkup Kementerian Pertanian kepada unit kerja penempatan di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Widi Hardjono saat menyerahkan CPNS ke UPT di lingkup BPPSDM Pertanian mengatakan, selanjutnya mereka  akan  mengikuti Diklat Prajabatan.

 

 

 

Diklat Prajabatan akan dilaksanakan pada pertengahan Bulan Maret 2018. Diklat tersebut akan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan dengan pengaturan selama 1 (satu) bulan mengikuti pembelajaran klasikal di kelas (kampus), 3 (tiga) bulan selanjutnya, Saudara akan melakukan tahapan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS, sikap dan perilaku disiplin, serta pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI di UPT penempatan masing-masing.

 

 

 

Untuk menentukan layak tidaknya para CPNS ini menjadi Pegawai Negeri Sipil, mereka akan mengikuti tahapan evaluasi dan pengujian selama 5 (lima) hari di kampus. Som

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162