Loading...

Ada Wereng Di Padi ! Jamu Sakti Siap Melindungi

10:05 WIB | Thursday, 03-August-2017 | Klinik Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Namanya BioProtektor, produk ini oleh para petani di Desa Karang Tengah diberi julukan ‘Jamu Sakti Anti Wereng’ yang telah terbukti ampuh mengendalikan serangan wereng pada tanaman padi. Produk yang diformulasikan menggunakan berbagai jenis tanaman ini, sekaligus bisa memulihkan tanaman yang sudah terserang (recoveri) akibat bahan aktif yang dikandungnya. Pupuk organik dan Zat Pengatur Tumbuh alami (ZPT) yang ada di dalamnya akan bekerja efektif setelah disemprotkan ke pertanaman.

 

Sejak dua bulan terakhir ini, media cetak dan on line dihebokan dengan berbagai pemberitaan seputar serangan hama wereng batang coklat (WBC) pada tanaman padi di berbagai lokasi sentra padi di Indonesia.

 

Tabloid Sinar Tani pada beberapa edisi sebelumnya pernah memberitakan, IPB melalui Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian meluncurkan reaksi cepat tanggap pengendalian wereng coklat di lapangan pada 2017. “Diprediksikan terjadi ledakan wereng coklat pada musim tanam kedua, jika tidak segera diantisipasi dapat mengancam ketersediaan beras nasional”, kata Hermanu Triwidodo dari Departemen Proteksi Tanaman IPB.

 

Dia mengatakan, petani mitra Klinik Tanaman dan LPPM IPB melaporkan serangan wereng batang coklat yang merupakan vector penyakit virus kerdil hampa pada padi dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Lampung, Jambi, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

 

Namun, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman tetap tenang menghadapinya. Menurut Mentan, serangan hama wereng coklat hanya 9.338 ha dengan intensitas ringan 145 dan berat 1.267  Seragan ini diperkirakan tidak akan mengganggu produksi beras nasional, pasalnya, “Kita punya 15 juta hektar lahan pertanian yang kita tanami”, katannya menambahkan.

 

Sikap tenang yang ditunjukkan oleh Mentan ini cukup beralasan, karena Kementerian Pertanian telah menurunkan tim yang mengawal pengendalian serangan ini. Selama ini pengendalian hama wereng memang masih sering menggunakan pestisida kimia. Namun sayangnya, bagi petani yang tidak peduli akan dampak kerusakan lingkungan, sering menggunakan pestisida secara ‘jor-joran’ yang penting padi selamat dari kematian. Cara-cara ini sebenarnya sudah tidak dapat dilakukan lagi, karena daya dukung lingkungan untuk pertanaman padi sudah terjadi penurunan.

 

Sekarang banyak cara cerdas dan lestari untuk mengendalikan serangan wereng. Penggunaan pestisida nabati misalnya sudah menjadi trend dan telah teruji. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah berhasil mengembangkan pestisida nabati bernama ‘BioProtektor’.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162