Loading...

Aneka Inovasi Bioteknologi Pertanian Terkini

10:32 WIB | Wednesday, 04-October-2017 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Varietas Unggul Baru Cabai dan Paket Teknologi Budidaya

 

Cabai merupakan salah satu dari tujuh komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia karena fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. Produksi cabai merah selama periode 2010-2015 terus meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun rata-rata 3,76% untuk cabai besar dan 4,40% untuk cabai rawit, yang berasal dari pertumbuhan luas panen dengan laju rata-rata 1,82% per tahun dan peningkatan produktivitas rata-rata 5,81% per tahun.

 

Produktivitas cabai di Indonesia ini masih rendah dibanding dengan potensi hasilnya yang mencapai 12,99 t/ha. Dalam budidaya cabai, serangan penyakit virus, khususnya virus belang dan Gemini, menjadi kendala utama peningkatan produktivitas. Dibanyak sentra produksi cabai di Indonesia, serangan penyakit virus belang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen antara 32-75%. Penyakit ini disebabkan oleh empat jenis virus yang berbeda, yaitu Cucumber Mosaic Virus (CMV), Chili Veinal Mottle Virus (ChiVMV), Potato Virus Y (PVY), dan Tobacco Mosaic Virus (TMV). Keempat jenis virus tersebut ditularkan oleh kutu daun (aphids), sehingga epideminya dapat berlangsung secara cepat.

 

Untuk mengatasi serangan virus tersebut, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian telah merakit varietas cabai tahan virus belang yang disebabkan oleh ChiVMV melalui pemuliaan in vitro.

 

Serangan virus belang, khususnya yang disebabkan oleh ChiVMV, menjadi penting karena prevalensi penyakit ini di sentra-sentra produksi cabai di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu dan menimbulkan kerugian cukup besar. Tanaman cabai yang terinfeksi menunjukkan gejala daun belang-belang hijau gelap, leaf cupping, epinasti, dan nekrosis. Jika infeksi terjadi pada fase pertumbuhan awal, ukuran daun mengalami distorsi, pertumbuhan tanaman terhambat, produksi buah menjadi sedikit, dan ukuran buah pun lebih kecil. Aphid spp. Sebagai serangga vektor virus ChiVMV yang aktif pada siang hari sangat efektif untuk menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain.

 

Dengan demikian tidak heran jika di sentra-sentra produksi cabai, serangan virus belang terjadi secara merata dengan intensitas serangan sangat tinggi. Di samping itu, virus ChiVMV juga memiliki kisaran inang yang cukup luas, karena selain menginfeksi Capsicum annuum, virus juga dapat menginfeksi C. frutescens, Lycopersicon esculentum, Solanum melongena, Datura stramonium, Nicotiana spp, dan Chenopodium spp. Hal ini yang menyebabkan pengendalian virus belang sukar dilakukan jika tidak menggunakan varietas tahan.

 

Perakitan Varietas Unggul Cabai Tahan

 

Perkembangan eksplan daun tanaman Gelora dalam membentuk tunas di media kultur in vitro hingga aklimatisasi menjadi tanaman. Sampai saat ini hampir semua varietas cabai yang dibudidayakan di Indonesia rentan terhadap infeksi virus. Akibat keterbatasan sumber gen untuk bahan persilangan dalam perkaitan varietas cabai tahan virus belang, maka pemanfaatan teknik kultur in vitro dengan kombinasi mutagen kimia dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keragaman material genetik yang ada.

 

Oleh karena itu, varietas cabai tahan virus belang ini dikembangkan dari kultur in vitro eksplan tunas terminal cabai varietas Gelora yang dimutasi dengan mutagen Ethyl Methane Sulfonate (EMS), kemudian ditumbuhkan pada media dasar Murashige dan Skoog (MS) yang mengandung zat pengatur tumbuh BAP, 2,4-D, thidiazuron, dan NAA hingga beregenerasi dan menjadi tanaman yang siap aklimatisasi. Tanaman mutan somaklon ini memiliki keragaman genetik yang sangat tinggi baik untuk karakter agronomi, komponen hasil, dan sifat ketahanannya terhadap virus mosaic.

 

Potensi Varietas Unggul Cabai Carvi-SP

 

Dari seleksi sejumlah galur mutan somaklon, diperoleh varietas yang memiliki tahan virus belang dan provitas tinggi, di samping itu juga teridentifikasi memiliki keunggulan lainnya seperti kadar capsaicin tinggi dan toleran penyakit antraknosa. Varietas ini memilki karakter morfo-agronomi yang tidak jauh berbeda dengan tetuanya. Tanaman memiliki tipe pertumbuhan yang kompak dengan tinggi tanaman sekitar 75-90 cm, umur awal berbunga 46 hari, dan umur awal panen 95 hari. Produktivitas cabai ini lebih tinggi 10-15% dibanding dengan tetuanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162