Loading...

Avenza Map, Cara Mudah Identifikasi Calon Embung

16:29 WIB | Tuesday, 27-March-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Julianto

 

 

Petani atau penyuluh kini tak perlu bingung lagi menentukan lokasi untuk membangun embung. Badan Litbang Pertanian memperkenalkan aplikasi Avenza Map untuk memudahkan petani dan penyuluh mengidentifikasi calon lokasi embung dan bangunan penampungan air.

 

Perkembangan teknologi telepon genggam yang makin smart membuat banyak pihak mulai terbuka dengan teknolog, tak terkecuali dengan petani. Petani tak lagi terkesan tradisional.

 

Bahkan kini ada istilah zaman now. Penggunaan smartphone berbasis android sudah menjadi bagian dari petani. Kini dengan alat tersebut, petani bisa mengetahui berbagai informasi dengan mudah, termasuk teknologi pertanian terbaru.

 

Bukan hanya itu, petani juga bisa mengunduh berbagai aplikasi. Termasuk Avenza Map. Aplikasi tersebut akan memudahkan petani atau penyuluh mengidentifikasi calon lokasi embung dan bangunan penampungan air lainnya.

 

“Peta ini yang memudahkan mengidentifikasi calon lokasi embung dan bangunan penampungan air bagi pertanian,” kata Budi Kartiwa, peneliti Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian saat FGD Tata Kelola Infrastruktur Pertanian, di Pati, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

 

Avenza Map yang merupakan peta indikasi dapat di download  (unduh) di Play Store. Dengan peta itu, infrastruktur pertanian seperti embung, long storage dan dam parit dapat ditemukan titik lokasinya dengan mudah. “Nantinya saat mencari titik lokasi, prosesnya akan semudah kita menggunakan google map ketika kita mencari jalan,” ujarnya.

 

Budi mengatakan, adanya aplikasi tersebut sebagai bukti Kementan telah memanfaatkan teknologi IT untuk kemudahan mencari titik lokasi pembuatan embung yang lebih presisi.

 

Adang Hamdani, peneliti Litbang Pertanian lainnya menambahkan, dengan aplikasi ini dapat dilihat titik lokasi calon embung, long storage dan dam parit. Termasuk, kondisi airnya seperti apa, tanpa harus datang langsung ke lokasi berputar putar mencari.

 

Dengan demikian akan lebih menghemat waktu dan tenaga karena semua dapat dilihat bisa dengan menggunakan satelit. “Ini akan memudahkan tenaga ahli pendamping desa nantinya dalam mencari lokasi-lokasi yang berpotensi untuk membangun embung yang tepat,” ujarnya.

 

Dalam peta tersebut terdapat sebaran indikatif peta-peta lahan yang berpotensi untuk dikembangkan. Harapannya, dari teknologi penggunaan peta indikasi, tenaga lapangan di desa dapat menggunakan sebagai alat  yang bermanfaat untuk membantu petani.Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162