Loading...

Bantulah Petani Sawit agar Mendunia

11:50 WIB | Monday, 07-August-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Petani kelapa sawit Indonesia potensial menjadi pelaku bisnis minyak nabati yang merajai pasar dunia. Ada 4,5 juta ha kebun kelapa sawit di Indonesia adalah milik petani. Bila mereka bisa bersatu dalam satu wadah bisnis korporasi atau koperasi tentu kekuatan bisnis mereka tidak ada yang bisa menandingi.

 

Kita berharap Kementerian Pertanian bisa membantu petani sawit kita untuk membentuk asosiasi dan membangun kelembagaan ekonomi yang cocok buat mereka untuk berkembang maju di level dunia.

 

Upaya untuk menyatukan kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit itu bisa dilakukan paralel dengan program sertifikasi Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) perkebunan rakyat. 

 

Data menunjukkan, sejak dicanangkan sertifikasi RSPO pada tahun 2004, terdapat 1,7 juta hektar lahan kelapa sawit Indonesia yang mendapat sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil dari total luas 11 juta hektar.

 

Sayangnya, hampir seluruh lahan yang mendapat sertifikat RSPO itu adalah milik perusahaan besar. Sertifikat RSPO ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing sawit Indonesia di pasar internasional serta menjamin industri sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

Kendalanya, banyak petani dan perusahaan menengah, yang memiliki lahan di bawah 5.000 hektar, belum merasa penting mengikuti sertifikasi sawit berkelanjutan. Pada umumnya, petani sawit beranggapan meskipun sudah dapat sertifikat RSPO tidak mendapatkan harga sawit lebih tinggi ketimbang tanpa sertifikat.

 

Padahal sertifikat RSPO sangat penting bagi pengelolaan sawit berkelanjutan dan mempunyai dampak jangka panjang hingga 50 tahun ke depan. Prinsipnya, RSPO menjamin adanya keseimbangan industri sawit yang layak ekonomi, patuh pada hukum, bermanfaat sosial, dan tepat untuk lingkungan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162