Loading...

Banyak Kemudahan, Investasi Sapi Potong Naik

13:29 WIB | Wednesday, 04-April-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Gesha

Berkat beragam kemudahan, investasi di bidang sapi potong selama lima tahun terakhir cenderung meningkat. Fenomena ini dinilai bisa menjadi jalan mendongkrak populasi sapi untuk dapat memenuhi kebutuhan daging nasional.

 

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, besaran nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2013 hanya sebesar Rp. 360,6 miliar meningkat menjadi Rp 842,9 miliar pada 2017. Sedangkan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari 11,3 juta dolar AS pada tahun 2013, naik menjadi 159,7 juta dolar AS pada 2017.

 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPH Nak), Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fini Murfiani menuturkan, peningkatan tersebut disebabkan oleh beragam kemudahan investasi yang telah digelontorkan pemerintah. 

 

Pertama, peningkatan akses pembiayaan perbankan (melalui subsidi bunga KUR). Di tahun 2018 suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang awalnya 9% kini turun menjadi 7%. “KUR saat ini dapat diakses oleh kelompok usaha, di mana pada sebelumnya hanya dapat diakses oleh Debitur perseorangan,” ungkapnya.

Fitur KUR yang baru juga memungkinkan untuk melakukan pembayaran cicilan setelah panen (yarnen). Selain itu juga terdapat KUR Khusus untuk sektor peternakan rakyat yang dapat digunakan untuk usaha pembiakan dan penggemukan sapi potong serta budidaya sapi perah.

 

Kedua, peningkatan akses pembiayaan non perbankan. Ditjen PKH saat ini terus meningkatkan pemanfaatan sumber pembiayaan lain non perbankan, salah satunya adalah Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan oleh Perusahaan BUMN seperti PT. Sucofindo, PT Pelindo III dan PT Jasindo. Melalui program ini, perusahaan BUMN dapat memberikan kredit/pinjaman dengan bunga murah kepada mitra.

 

Ketiga, pengurangan pajak. Pemerintah juga memberikan fasilitasi pengurangan pajak penghasilan (tax allowance) bagi usaha pembibitan sapi potong dan budidaya penggemukan sapi lokal berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2015.

 

Namun, fasilitas ini belum banyak dimanfaatkan oleh investor sehingga untuk lebih operasional di lapangan, Kementerian Pertanian telah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai perubahan cakupan usaha yang mendapat fasilitas tax allowance. Perubahan tersebut meliputi usaha pembibitan sapi potong, pembibitan sapi perah, pembiakan sapi potong dan budidaya sapi perah. “Rencananya PP perubahan ini akan ditetapkan pada bulan April 2018,” tandasnya.

 

Keempat, mitigasi risiko usaha melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Dengan mengasuransikan ternaknya, maka pelaku usaha akan semakin merasa aman dalam berusaha, sehingga dapat fokus untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usahanya. Gsh/Ira

 

Editor : Ika Rahayu

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162