Loading...

Barbados Cross dan Komposit Garut, Domba Generasi Baru dari Balitnak

11:21 WIB | Tuesday, 12-September-2017 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Gesha

Mau usaha kambing atau domba? Bagi peternak kini ada pilihan jenis kambing dan diomba unggul terbaru. Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menyiapkan dua domba generasi baru yaitu Barbados Cross dan Komposit Garut. 

Kedua generasi tersebut berasal dari silangan genetis domba-domba terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Hasilnya, domba-domba tersebut mendapatkan sifat, kemampuan berkembang biak sehingga bisa meningkatkan pendapatan peternak domba dan kambing di Indonesia.

Peneliti domba dari Balitnak, Bambang Setiadi mengungkapkan domba Barbados Cross merupakan hasil silangan dari varietas Barbados Blackbelly dengan domba lokal (Sumatera). "Barbados itu domba tetapi kaya kambing. Jadi bulunya enggak panjang dan peternak enggak perlu mencukur lagi, Sedangkan domba Sumatera, ada kelebihan dari ketahanan terhadap penyakit cacing hati. Jadi keduanya digabungkan, sehingga menghasilkan domba yang pertumbuhannya baik dan tahan terhadap penyakit," katanya.

Metode perkawinan keduanya menggunakan kawin silang dengan kestabilan genetis masing-masing 50%. Kemudian dilakukan pemantapan sampai generasi kelima. "Saat generasi ke 5 ini terlihat sudah mantap dari segi pertumbuhan dan ketahanan yang diinginkan, kemudian akan dirilis. Rencananya di tahun ini akan dirilis ke masyarakat," tuturnya.

Keunggulan lain dari domba ini adalah efisiensi dalam penggunaan pakan, bisa mencapai 60%. Mengenai bobot maksimal, domba jenis ini untuk pejantan bisa mencapai 60-70 kg. 

Tak hanya itu, domba ini sangat baik untuk dipelihara dalam sistem kandang gembala karena tidak selekif terhadap pakan tertentu. Domba Barbados Cross juga lebih tahan panas karena genetik dari Barbados yang di lingkungan aslinya mampu beradaptasi dalam kondisi panas dan tandus.

Domba Barbados Cross ini juga pernah diujicobakan kepada masyarakat Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Domba dipelihara dengan cara digembalakan di lokasi penggembalaan yang berupa tegalan dan perkebunan karet. 

Penggembalaan dilakukan sejak pagi (jam 09.00 - 10.00) dan kembali ke kandang pada sore hari (jam 16.00 - 17.00). Domba mengkonsumsi rumput alam dengan jenis yang beraneka macam. Setelah digembalakan, domba ditempatkan dalam kandang panggung. 

Selama dikandangkan, sekitar tiga kali dalam satu minggu domba diberi pakan tambahan berupa daun glirisidia, daun singkong, jerami jagung, dedak padi, singkong; tergantung ketersediaan. Lokasi pengamatan mewakili agroekosistem dataran sedang.

Tahun ini, salah satu peternak dari Kota Bogor dipercaya oleh Balitnak untuk memelihara Domba Barbados Cross berusia 4 bulan sehingga bisa memberikan contoh pemeliharaan domba gembala di daerah perkotaan. 

 

Komposit Garut

 

Khusus untuk pemeliharaan di dalam kandang intensif, Bambang menuturkan Domba Komposit Garut cocok untuk peternak karena bisa menghasilkan bobot dan pertumbuhan yang terbaik. Peneliti Domba Komposit Garut dari Balitnak, Ismet Inounu, menuturkan domba garut mempunyai keunggulan diantaranya dapat beranak sepanjang tahun dan dapat beranak 8 bulan sekali. Sehingga bila jumlah per kelahiran satu anak, dalam 2 tahun induk domba dapat menghasilkan 3 ekor anak.

 

Hanya, ada kekurangan mendasar dari Domba Garut yaitu memiliki kerangka tubuh yang kecil sehingga bobot anakannya pun kecil. Produksi susu yang dihasilkan indukan Domba Garut juga kecil sehingga menjadi masalah bagi anak-anak domba yang lebih dari 1 dan akhirnya terjadi laju pertumbuhan rendah.

 

"Karenanya, kita inginkan menghasilkan domba yang beranak lebih dari 1 tetapi bisa dipelihara sehat, pertumbuhannya pun bagus, produksi susunya tinggi yang kita dapatkan dari Charollais," papar Ismeth. Sedangkan domba Saint Croix mampu menghasilkan bulu yang lurus, tidak tebal bahkan hampir tidak ada. 


Domba persilangan ini bertujuan untuk membentuk domba potong yang membawa sifat unggul dari para tetuanya, dengan laju pertumbuhan bobot badan pra sapih dan pasca sapih yang relatif cepat dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis lembab.


Keunggulan laju pertumbuhan ini akan tampak jika domba dipelihara secara intensif dengan kualitas pakan yang bermutu. Sifat unggul lain yang dibawa dari tetua lokalnya adalah jumlah anak sekelahiran yang relatif tinggi dan dapat beranak sepanjang tahun. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162