Loading...

Beginilah Cara Mendapatkan Kartu Tani

15:51 WIB | Tuesday, 06-March-2018 | Tips & Santai, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

 

 

Kartu Tani kini menjadi salah satu yang 'wajib' petani miliki jika ingin mendapatkan pupuk subsidi. Sebab, secara perlahan pemerintah akan mengarahkan mekanisme subsidi pupuk melalui kartu.

 

Bagaimana cara mendapatkan Kartu Tani? Ternyata untuk mendapatkan kartu tersebut, cukup mudah. Inilah tips yang diberikan Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Agus Dwi Setyawan.

 

Sebagai Tim Verifikasi dan Validasi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Agus mengatakan, petani tinggal datang ke Kelompok Tani (Poktan) atau BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) dengan membawa fotokopi SPPT Sawah dan KTP. Lalu nanti petugas di Kelompoktani atau BPP mencatat data petani.

 

Nanti petugas di BPP memasukkan data tersebut pada SINPI (Sistem Informasi Pertanian Indonesia ). Saat bersamaan, penyuluh juga memasukkan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan alokasi pupuk bersubsidi. “Petani tinggal menunggu Kartu Taninya datang,” ujarnya.

 

Bagaimana petani yang belum masuk Kelompok Tani (Poktan)? Agus menjelaskan, untuk di Kabupaten Pemalang, penyuluh menghitung berdasarkan hamparan. Misalnya, petani tinggal menyebutkan hamparannya ada di wilayah mana. Nanti PPL bisa mengecek hamparan milik petani itu masuk dalam areal kelompoktani mana.

 

Jika sudah diketahui posisi lahannya, maka PPL bisa memberitahu petani bahwa dia masuk dalam kelompok tani yang sesuai wilayah hamparannya. Petani nanti segera menghubungi Ketua Kelompok Tani, lalu dimasukkan dalam RDKK Kelompok Tani.

 

“Kalau sudah punya Kartu Tani petani dapat membeli pupuk bersubsidi, tapi jika belum mempunyai Kartu Tani bisa membeli pupuk bersubsidi asalkan sudah tercatat dalam RDKK dan surat dari BPP,” kata Agus.

 

Hal yang sama diungkapkan Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Banjar Harjo, Kab. Brebes, Jawa Tengah, Tarto.  Jika Kartu Tani belum jadi, menurut Tarto, petani tetap bisa membeli pupuk bersubsid, tapi ada syaratnya yakni data petani harus teregistrasi di RDKK.

 

“Ketika sudah teregistrasi, petani tinggal membawa fotokopi KK, KTP dan fotokopi SPPT sawah. Nanti dicatat petugas, petani sudah bisa membeli pupuk bersubsidi berapa kuota. Jadi ketika Kartu Tani-nya sudah jadi, tingga mengurangi kuotanya,” tuturnya kepada Sinar Tani.

 

Agus menambahkan, petani yang bisa mendapatkan Kartu Tani adalah yang memiliki lahan maksimal 2 ha. Sedangkan kuota pupuk bersubsidi yang ada dalam Kartu Tani untuk selama satu tahun.

 

Untuk satu kali musim tanam, kuota pupuk untuk Urea 250 kg, NPK (Phonska) 200 kg, TSP 100 kg, Za 100 kg dan pupuk organik 500 kg/ha. “Jadi tinggal dikalikan saja nanti kebutuhannya berapa dalam satu tahun. Kalau petani dua kali tanam, dikalikan dua. Kalau tiga kali, ya dikalikan tiga,” katanya.

 

Meski Kartu Tani menjadi sarana bagi petani untuk membeli pupuk subsidi, bukan berarti petani tidak mengeluarkan uang sama sekali. Menurut Agus, petani tetap mengeluarkan biaya. Ada dua skema yakni menggunakan tabungan dari bank atau dengan tunai.

 

“Jadi begini, ketika petani mempunyai Kartu Tani biasanya dia juga memiliki rekening tabungan dari bank yang mengeluarkan Kartu Tani. Kalau ada saldonya, maka langsung dipotong dari tabungan petani. Tapi jika saldonya nol, petani bisa membayar selisih harga pupuk subsidi secara tunai,” ungkap Agus.

 

Dimana petani bisa membeli pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani? Agus mengatakan, tidak dapat dibeli disembarang tempat (kios). Ciri utama kios yang menjual pupuk bersubsidi yang resmi adalah terdapat plang dari produsen dan distributor mengenai HET, lalu terdapat label kios resminya. “Biasanya ditaruh dibagian depan etalase kios,” katanya.  Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162