Loading...

Belajar Beternak Sapi Potong, Yuk ke Kampus Aksara Alexis Farm

14:57 WIB | Wednesday, 07-February-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

Sejumlah tokoh yang hadir dalam peresmian kampus Aksara Alexis Farm

 

 

Usaha peternakan, khususnya sapi potong di kalangan peternak rakyat selama ini cenderung sebatas ‘simpanan’, bukan kegiatan bisnis yang menjadi ladang penghasilan. Cara budidayanya pun sangat tradisional, sehingga perkembangan usaha ternak sapi potong rakyat cenderung stagnan.

 

Untuk memecahkan kebuntuan dalam usaha peternakan sapi potong, kini peternak bisa menuntut ilmu di Kampus Aksara  Alexis Farm. Jika mendengar kata Alexis, jangan dibayangkan suatu lokasi yang kini ditutup Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

 

Di kampus yang berlokasi di Kampung Nagrak, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini, peternak bisa belajar banyak cara budidaya peternakan sapi potong yang baik. Alhasil, nantinya harga sapi yang dijual juga menguntungkan.

 

Salah seorang penggas Kampus Aksara (Akademi Sapi Oentoek Rakjat), Yeka Hendra Fatika mengatakan, kampus  ini merupakan sebuah gerakan kultural yang bermula dari kondisi peternak rakyat saat ini. Dari hasil riset, ternyata ada kegelisahan dari kalangan peternak rakyat yang rindu terhadap trasfer teknologi terbaru.

 

“Riset di lapangan, terlihat ada  peternak yang miskin. Tapi ada juga yang sukses. Padahal mereka tinggal di desa yang sama. Pertanyaannya, mengapa yang satu bisa berhasil, tapi yang lain tidak?” katanya saat Peresmian Program Akademi Aksara Alexis Farm, Rabu (7/2).

 

Dengan kondisi tersebut, akhirnya digagas pendirian Kampus Aksara  yang merupakan hasil kerjasama Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) dan Universitas Trisakti, Jakarta. Peternak bisa belajar di kelas reguler atau kelas intensif. Pembelajarannya mengenai cara budidaya sapi potong yang baik hingga pemasaran. “Dengan belajar di kampus ini, kami berharap outputnya peternak  menjadi tangguh dan mandiri,” ujarnya.

 

Soal biaya belajar di kampus Aksara? “Peternak tidak kita kenakan biaya apapun, kecuali jika ingin makan bersama-sama, baru ada biaya konsumsi. Jika ada iuran, maka sifatnya sukarela,” tegas Yeka.

 

Dewan Pertimbangan Presiden, Mayjen TNI (Purn), Sidarto Danusubroto yang secara resmi membuka kegiatan akademi Kampus Aksara Alexis Farm memberikan apresiasi terhadap adanya kampus untuk peternak rakyat ini. “Ini adalah sekolah alam bagi peternak. Saya angkat topi dengan ide ini. Karena untuk menuju swasembada pangan, tanpa peternakan adalah omong kosong,” tegasnya.

 

Bersaing dengan Australia

 

Rektor Universitas Trisakti, Ali Ghufron Mufti mengakui, potensi sumberdaya alam Indonesia yang sangat besar, termasuk peternak. Jika bisa dikembangkan ternak sapi di dalam negeri, maka Indonesia tidak lagi tergantung pasokan daging/sapi dari Australia.

 

“Kami bangga dan berkomitmen untuk mengembangkan sapi untuk rakyat. Kita juga komitmen membangun SDM peternak rakyat. Atas nama Trisakti kami sambut baik kolborasi ini,” ujarnya.

 

Lahan Universitas Trisakti yang dimanfaatkan untuk Kampus Aksara Alexis Farm seluas 123 ha. Selama ini, lahan tersebut belum optimal. Termasuk beberapa lokasi kandang sapi yang sudah berdiri. Namun ada lahan yang sudah dimanfaatkan untuk usaha budidaya pisang, buah naga dan rambutan.

 

Sementara itu Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Sugiono mengatakan, kunci agar Indonesia bisa mengalahkan Australia dalam peternakan sapi adalah efisien. Jika biaya produksi masih di atas Rp 15 ribu/kg, maka akan sulit peternakan sapi di dalam negeri untuk bisa bersaing.

 

“Kunci lain usaha ternak sapi potong rakyat adalah peternak harus cinta sama sapi. Sediakan rumput dengan baik dan cegah penyakit. Kalau tidak sulit, peternak rakyat bisa berkembang,” ujarnya.

 

Dalam persemian tersebut, juga hadir Kepala Pusat Penyuluhan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Siti Munifah; mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang juga guru besar IPB, Muladno; Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Budiyana; Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo Adi. Saat peresmian Kampus Aksara Alexis Farm juga dilakukan lelang pedet sebanyak lima ekor. Meski nanti sudah terjual, pedet tersebut akan dikembangkan di kampus tersebut sesuai perjanjian. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162