Loading...

Belanja Online, Jadi Modus Pemasukan Produk Pertanian Ilegal

16:55 WIB | Wednesday, 06-December-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Ancaman masuknya produk pertanian dari luar negeri cukup besar. Bahkan saat ini, bukan hanya melalui pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan, tapi juga pintu-pintu ilegal yang menjadi jalur tikus. Bahkan kini modus barunya adalah masuk melalui jalur penjualan dengan media sosial (online shoping).

 

“Perdagangan melalui daring memang jadi tantangan kita. Bahkan satwa pun diperdagangkan secara online. Kasus lain yang sempat ditangani karantina adalah modusnya menjual benih, tapi yang datang ternyata narkoba,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini  saat Evaluasi Kerjasama Barantan, POLRI, TNI AD dan TNI AL di Bogor, Rabu (5/12).

 

Pengiriman produk pertanian ilegal tersebut menurut Banun, biasanya menggunakan jasa angkutan kantor pos, dan jasa pengiriman lain. Namun untuk kantor Pos Indonesia, Badan Karantina sudah ada nota kesepahaman. Misalnya, pengiriman produk pertanian yang dikuatirkan membawa media penyakit harus diperiksa dan wajib memenuhi persyaratan perkarantinaan seperti Sanitary Phytosanitari (SPS).

 

“Kita juga kerjasama untuk melaporkan jika ada paket atau kiriman yang ada kejanggalan. Bahkan di kantor pos besar  kita menempatkan petugas karantina untuk mengawasi pengiriman barang atau produk pertanian,” ujarnya.

 

Banun mengakui, pengawasan perdagangan melalui daring (online) memang tidak mudah. Apalagi produknya adalah benih yang bentuk dan volumenya relatif kecil. Namun jika benih tersebut menjadi media membawa penyakit, maka dampaknya terhadap pertanian Indoensia sangat besar.

 

Jadi menurut Banun, dalam perspektif karantina bukan masalah volume (sedikit atau banyak) yang menjadi ukuran berbahaya atau tidak terhadap pertanian Indonesia. Tapi ukurannya adalah aman atau tidak bagi keamanan pangan di dalam negeri. “Jadi  masuknya benih tumbuhan, meski jumlahnya sedikit tapi kalau membawa virus penyakit, akan kita tolak,” tegasnya.

 

Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkaranatinaan (KKIP), Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Arifin Tasrif  juga mengakui, selain melalui penumpang,baik dari bandara maupun pelabuhan, masuknya produk pertanian ilegal juga bisa melalui perdagangan online. Apalagi di Indonesia banyak pos masuk yang bisa menjadi jalur perdagangan illegal. “Isu strategis yang harus kita antisipasi sekarang adalah maraknya aktivtas perdagangan illegal,” katanya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162