Loading...

Bertahap Mengatasi Problem Perkebunan Rakyat

10:41 WIB | Monday, 31-October-2016 | Komoditi, Kebun | Penulis : Ika Rahayu

Pemerintah tetap fokus melakukan berbagai langkah untuk dapat mengatasi berbagai problematika yang dihadapi petani pekebun dalam menjalankan usahanya. Dengan makin terbatasnya dukungan dana dari APBN, kolaborasi dengan pihak-pihak terkait pun kian digiatkan.

 

Dalam pengarahannya sebelum melaunching sistem online “Sipkebun”, di Jakarta, belum lama ini Dirjen Perkebunan Kementan, Bambang, mengemukakan, usaha perkebunan di tanah air lebih dari 90 persennya adalah berbentuk perkebunan rakyat. Sisanya kurang dari 10 persen merupakan perkebunan swasta nasional.

 

Meski posisinya mendominasi namun kenyataannya capaian kinerja perkebunan rakyat hampir di semua komoditi di bawah kinerja potensialnya. “Hal itu karena masih begitu banyak masalah yang dihadapi perkebunan rakyat kita,” kata Dirjen.

 

Saat ini kenyataannya, menurut Bambang, masih banyak lahan perkebunan rakyat berada di kawasan yang dilindungi serta bersinggungan dengan kawasan hutan. Isu-isu negatif juga kerap ditiupkan mengenai keberadaan petani pekebun yang dinilai sebagai perusak dan pembakar hutan sehingga berdampak produk hasil perkebunan rakyat tak sepenuhnya diterima pasar luar negeri.

 

Dari sisi usaha, petani pekebun juga masih dihadapi pada kesulitan untuk bisa berkembang akibat sulitnya terakses dengan kredit perbankan. “Pemerintah berkeinginan agar para petani pekebun dimudahkan dalam memperoleh tambahan modal dari perbankan. Namun kenyataannya akses petani ke perbankan masih sulit,” jelasnya.

 

Memperhatikan segala persoalan yang membelit usaha perkebunan rakyat, Bambang menekankan masih banyak hal yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk memajukan usaha perkebunan rakyat. Harus diupayakan agar petani pekebun dapat melakukan aktivitas usaha yang legal dan mendapat jaminan kepastian hukum.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162