Loading...

Biotek Perikanan Terbaru Tingkat Dunia Dipaparkan IPB

11:16 WIB | Thursday, 13-October-2016 | Iptek | Penulis : Kontributor

 

 

Beragam bioteknologi terkini dari berbagai dunia dipaparkan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian IPB (FPIK-IPB) dalam sebuah   konferensi internasional di Bogor 12/10).

 

 

 

Konferensi internasional yang diselenggarakan Departemen Budidaya Perairan ini bertema The Synergy of Aquaculture Stakeholder to Strengthen the Independency, Sustainability and Enviromentally Sound Fisheries and Marine Sector. "Konferensi ini penting untuk saling berbagi skill dan pengetahuan khususnya di bidang bioteknologi budidaya perairan,” kata Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Annas Miftah Fauzi.

 

Konferensi internasional yang dihadiri oleh stakeholder akuakultur internasional seperti pengusaha, akademisi, peneliti, hingga praktisi ini menampilkan pembicara utama yang sebagian besar berasal dari universitas luar negeri.

 

Prof. Goro Yosizaki dari Universitas Tokyo menyajikan teknik penyimpanan sel bakal sperma dan telur yang akan ditransplantasikan pada ikan resipen sebagaimana proses bayi tabung. Teknik ini sangat berguna untuk menyelamatkan ikan-ikan yang  terancam punah.

 

"Kami mengambil contoh "germ cells" dari ikan rainbow trout yang ditransplantasikan pada embrio ikan masu salmon. Pada usia 34 hari setelah fertilisasi, terdapat dua hybrid calon anakan yakni salmon dan trout," paparnya.

 

Universitas Putra Malaysia melalui Prof Mohd Saleh Kamarudin menyajikan perlu kesadaran peneliti hingga konsumen akan kehalalan produk ikan mulai dari produksi hingga tersaji di meja makan.

 

"Perlu ada penerapan Good Aquaculture Practice yang islami, pakan ikan halal  hingga pendeteksian kotoran dan najis yang ada dalam proses akuakultur," ungkapnya.

 

Peneliti dari Evonik Industries Singapore Alexandros Samartzis menyampaikan pemanfaatan software guna mendeteksi kebutuhan asam amino udang vaname berdasarkan salinitas, padat tebar, sistem produksi dan frekuensi pemberian pakan.

 

Ketahanan akan penyakit di masa kini dan masa datang pun menjadi penting jika ingin menjadikan budidaya perikanan sebagai tulang punggung produksi pangan.

 

Oleh karena itu, teknik pemuliaan ikan tahan penyakit menjadi populer di kalangan peneliti. Universitas King Abdul Azis melalui Prof. Ahmed Al Harby pun memaparkan penelitian hasil silangan dari ikan nila berbeda jenis agar menghasilkan ikan nila tahan bakteri streptococosis.

 

Trend akuaponik juga dipaparkan dalam konferensi internasional ini melalui Dr. Zhen Hu dari Shandong University. Peneliti muda ini memaparkan efisiensi pemanfaatan nitrogen dalam sistem akuaponik. "Banyak faktor yang mempengaruhi yakni jenis tanaman, suhu, aerasi, mikroelement dan adanya bakteri nitrifikasi," tutupnya. Gesha/Som

 

 

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162