Loading...

Boyolali

11:38 WIB | Thursday, 10-November-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Peringatan Hari Pangan Se dunia ke-36 yang diselenggarakan tanggal 28-30 Oktober kemarin puncaknya hadir Presiden Jokowi dengan melaksanakan panen varietas unggul (VUB) padi sekaligus memberikan nama VUB jagung tongkol ganda Nakula Sadewa (Nasa) 29 yang memiliki produktivitas 13 ton/ha.

 

Saya kira sudah sangat jelas sekali bahwa harapan dari HPS kemarin adalah dijadikannya HPS sebagai momentum bagi semua daerah untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan lokal yang sangat beragam. Dengan begitu pangan lokal kita memiliki nilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Saya harap juga dapat memotivasi banyak pihak, karena pada saat HPS kemarin juga telah diserahkan penghargaan bagi petani innovator, kelompok tani andalan, peneliti/penyuluh/perekayasa.

 

Harapan lainnya adalah teknologi atau inovasi yang ditampilkan dalam HPS harus dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah lain dan dapat digunakan petani untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditas pangan. Teknologi tersebut seperti teknologi jajar legowo super untuk VUB padi Inpari 30, Inpari 32 dan Inpari 33, dengan sistem tanam 2:1.Teknologi mina padi.

 

Sedikit gambaran tentang Jarwo Super ini. Teknologi budidaya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo, yang dalam implementasinya teknologi ini menggunakan benih bermutu dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer pada saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu serta penggunaan alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen. Lalu teknologi mina padi. Ini adalah salah satu subsistem usahatani padi dan ikan di lahan sawah irigasi, bervariasi dari satu daerah ke daerah lain tergantung pada ketersediaan air, curah hujan, bibit ikan dan pasar. Untuk di HPS kemarin menggunakan  nila merah di satu petak dan ikan lele di satu petak. Pengembangan dan penerapan sistem usahatani minapadi ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi usahatani pada lahan sawah irigasi guna meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lahan dan air. Diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha tani dari hasil ikan maupun padi dan peningkatan efisiensi serta keberlanjutan sistem budidaya melalui penggemburan tanah akibat aktivitas ikan. Keberlanjutan sistem produksi padi pun terjaga.

 

Upaya ini agar kita dapat berdaulat pangan, sehingga tidak bergantung terus pada impor. Karena kita pasti mampu meningkatkan kualitas pangan yang beragam. Indonesia harus mampu berkompetisi dengan negara-negara lain yang berkaitan dengan pangan.

 

Kita harus tetap bersemangat dalam mewujudkan itu semua. Seperti keyakinan Presiden Jokowi bahwa pangan jika kerjanya seperti sekarang secara terus menerus misalnya komoditas jagung pada 2018 tidak ada impor lagi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162