Loading...

Bu Tirah, Lebih Enak Jual Gabah ke Bulog

19:35 WIB | Tuesday, 03-October-2017 | Kontak Tani Sukses, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Gesha

Bu Tirah (baju merah) bersama kepala BPPSDMP, Momon Rusmono

Tampilannya sederhana, tak terlihat sebagai seorang pengusaha. Itulah Bu Tirah, salah seorang pelau usaha penggilingan gabah/beras yang selama ini banyak memberi sumbangan pasokan pengadaan Perum Bulog Subdivre Pekalongan.

 

Saat Tabloid Sinar Tani berkunjung ke tempat penggilingannya yang berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Bu Tirah mengenakan baju merah muda yang serasi berpadu dengan kerudung merah marun. Bagi siapapun yang baru mengenal, mungkin menganggap dia hanyalah ibu rumah tangga biasa saja.

 

Tapi di balik kesederhaan itu, Bu Tirah adalah pelaku bisnis penggilingan gabah dan beras sejak tahun 2003. Bahkan tak segan untuk mendapat pasokan gabah, dia terjun langsung berhadapan dengan petani untuk membeli hasil panen.  Gabah dan beras tersebut lalu dipasok ke Bulog Kandeman, Kabupaten Batang.

 

Berkat semangat dan kerja kerasnya mengupayakan dan memasok beras ke Bulog, Bu Tirah sering mendapatkan penghargaan sebagai salah satu mitra pengadaan beras Bulog terbaik se Indonesia. Tahun lalu, Bu Tirah berhasil memasok sebanyak 11 ribu ton. Sedangkan tahun ini hingga awal Oktober baru 6.500 ton. 

 

“Memasok ke Bulog lebih gampang, meski harganya lebih murah dari pasaran. Kalau keluar (pasar) memang kadang lebih tinggi, tapi kadang ada yang nunggak, ada yang tidak bayar. Kalau di Bulog, kapan kita perlu, pasti ada uangnya," tutur Bu Tirah.

 

Bu Tirah saat ini masih memiliki gabah sekitar 1.000 ton GKG yang sedang dalam proses penggilingan menjadi beras. Sebagian besar gabah tersebut diperoleh langsung dari petani di sekitar Kab. Batang. “Kita punya mesin giling yang sederhana dengan kapasitas 16 ton gabah kering giling menjadi beras 10 ton," tambahnya. 

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Momon Rusmono yang berkesempatan menengok tempat usaha Bu Tirah berharap agar pelaku usaha penggilingan maupun mitra lain meniru kesuksesan terebut. "Bu Tirah paling tinggi  memasok gabahnya se Kab. Batang, bahkan se-Subdrive Pekalongan. Benar-benar merah putih sejati," puji Momon di Batang, Selasa (3/10).

 

Sementara itu Kepala Gudang Beras Kandeman, Batang,  Tarno menuturkan akan mengupayakan untuk bisa melebihi target dari serapan beras yang diberikan kepada Bulog. Gudang Beras Kandeman sendiri mendapatkan jatah penyerapan sebanyak 65 ton/hari. "Kita kerjasama dengan Kodim dan Kepolisian untuk bersama mencari gabah di daerah yang panen guna diserap Bulog," katanya. 

 

Penyerapan gabah juga dibantu Komando Rayon Militer (Koramil) 01 Subah. "Ini merupakan bagian dari upaya khusus (upsus). Kita kawal Bulog untuk serapan gabah dan menjaga gudang Bulog," ungkap Komandan Koramil 01 Subah, Kodim 0736 Batang, Kapten Kav. Muh. Purbo Suseno. Gsh

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162