Loading...

Buah Nusantara Go Global

16:23 WIB | Thursday, 17-November-2016 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Kontributor

Presiden Joko Widodo bersama ibu saat Festival Buah Nusantara di Parkir Timur Senayan

Potensi buah nusantara tak perlu diragukan lagi. Hanya perlu beberapa langkah perbaikan agar buah nusantara Go Global. Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo saat membuka Fruit Indonesia 2016, di lapangan Parkir Timur Senayan, Kamis (17/11).

 

Menurutnya, Indonesia termasuk 20 negara yang produksi buahnya mendominasi perdagangan dunia. Data menyebutkan pada Tahun 2014, tercatat jumlah produksi buah nasional untuk jenis jeruk sebanyak 1.999 ribu ton, durian sebanyak 856 ribu ton, mangga 2.464 ribu ton, alpukat 306 ribu  ton, nanas 1.874 ribu ton, rambutan 733 ribu ton, salak 1.036 ribu ton, pisang 1.008 ribu ton, pepaya 830 ribu ton, melon 184 ribu ton dan semangka 684 ribu ton.

 

Meski memiliki potensi yang besar dan tersebar di seluruh provinsi Indonesia, Jokowi  berpesan agar produksi buah-buahan nusantara ini benar-benar dikerjakan dan dikelola sebaik-baiknya.

 

“Saya perintahkan kepada Menteri Pertanian, kalau kelapa sawit bisa dikelola sampai 14 juta ha. Mestinya buah-buahan juga bisa mencapai angka seperti yang dimiliki sawit. Kalau itu dilakukan dengan betul-betul, maka pasar buah dunia bisa dikuasai Indonesia,” tutur Jokowi.

 

Untuk mengurangi impor buah, Jokowi meminta agar masyarakat meningkatkan kecintaan mengonsumsi buah nasional.  Karena itu, produksi buah harus terus ditingkatkan supaya tidak terinfiltrasi buah-buahan dari luar negeri. “Sudah bertahun-tahun masa buah masih kita impor. Kalau produksinya bisa kita kuatkan di dalam negeri saya kira buah buah impor bisa mental,” tegasnya.

 

Presiden akan mengevaluasi pemerintah daerah yang sebelumnya telah berencana menambah luasan areal lahan buah antara 5-50 ha/unit usaha buah lokal. Perguruan Tinggi juga akan diperintahkan mendukung usaha pengembangan buah nusantara. “Ini urusan buah-buahan menjadi tanggung jawab IPB,” tegasnya.

 

UKM yang bergerak di bidang perdagangan buah juga diharapkan Presiden untuk berbenah diri. Saat ini menurut Jokowi, sudah bukan saatnya berpikir menjual buah-buahan dari kampung ke kampung, dari pasar ke pasar, tapi berpikir menjual buah kita ke negara tetangga dan negara lain.

 

Pasca Panen

 

Pada kesempatan itu Presiden menyoroti penanganan pasca panen yang selama ini masih dilakukan secara tradisional. Karena itu perlu ada standar yang jelas terhadap produksi buah nusantara. Jokowi menilai pelatihan-pelatihan penanganan pasca panen bagi petani buah sangat penting.

 

“Petani harus tahu saat memotong, saat mensortir kualitas, menyiapkan packaging yang baik. Sehingga nantinya tidak hanya bagaimana menyiapkan bibitnya, tapi juga menyiapkan pasca panennya, harus kita perhatikan dengan baik,” ungkapnya.

 

Kesemua langkah penghambat tersebut harus bisa ditangani bersama pemerintah dengan perguruan tinggi dan BUMN. "Saya sangat mengapresiasi langkah  yang ditempuh bersama ini dan jangan pernah lelah untuk terus berusaha agar buah nusantara bisa Go Global,” kata Presiden.

 

Sementara itu Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan, buah-buahan unggulan khas Indonesia tercatat sekitar 12 varietas yaitu Jeruk Bali Keprok, Durian, Mangga, Manggis, Alpukat, Nanas, Rambutan, Salak, Pisang, Pepaya, Melon dan Semangka.

 

Sementara itu Ketua Panitia Fruit Nasional 2016 yang juga Rektor Institut Pertanian Bogor, Herry Suhardiyanto mengatakan dalam Fruit Indonesia 2016 kali ini dilakukan juga kampanye cinta buah Indonesia sekaligus memperkenalkan buah-buahan nasional untuk ekspor.

 

Pada kesempatan tersebut Presiden RI, Joko Widodo bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi dan jajaran Menteri Kabinet Kerja berpromosi dengan memakan buah-buahan nasional bersama anak-anak. Gsh/Yul

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162