Loading...

Buatlah Contoh Kawasan Agribisnis Modern di Perbatasan

09:46 WIB | Wednesday, 31-May-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Kalimantan Barat termasuk provinsi yang surplus produksi padinya.  Dalam dua tahun terakhir surplus padi Kalbar semakin besar. Pada tahun 2015, surplus beras Kalbar sebesar 203.612 ton beras dan menjadi 249.430 ton beras pada tahun 2016. Surplus produksi beras di Kalbar juga terjadi di lima kabupaten perbatasan dengan Malaysia, yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.

 

Dari lima kabupaten tersebut, Kalbar memiliki potensi area produksi jagung 800 ribu ha. Saat ini lahan jagungnya seluas 31.035 ha dengan produksi sebesar 113.608 ton. Kalbar dengan bantuan Kementerian Pertanian tengah berupaya meningkatkan produksi jagung dan padi di wilayah perbatasannya dengan Malaysia dengan tujuan bisa ekspor ke negeri jiran tersebut.

 

Malaysia sebagai negara tetangga Propinsi Kalbar masih kekurangan produksi beras dan jagung. Negeri Jiran ini mengimpor jagung hampir 4 juta ton per tahun. Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah meneken kerjasama dengan Menteri Pertanian Malaysia untuk bisa meningkatkan produksi padi dan jagung Malaysia, sekaligus kerjasama perdagangan kedua komoditi itu. Indonesia berharap bisa ekspor padi dan jagung ke Malaysia.

 

Tim Misi Pencari Fakta Malaysia telah turun ke Kalbar untuk mengetahui keadaan lapangan dan mutu produk beras dan jagung Indonesia (22-27/5). Pejabat Kementerian Pertanian yang menangani misi peningkatkan produksi beras dan jagung diperbatasan Kalbar dengan Malaysia menemani mereka. Dinas Pertanian Kalbar dan kabupaten perbatasan ikut mendampingi Tim Misi Malaysia itu, menunjukkan sentra-sentra produksi padi dan jagung Kalimantan Barat.

 

Tim Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kalimantan Barat sepakat untuk bisa ekspor surplus produksi beras dan jagungnya ke Malaysia. Para petani yang dikunjungi tim ini menyambut baik upaya pemerintah. Mereka berharap ada kesepakatan dagang kedua komoditi ini dengan Malaysia, agar kesejahteraan mereka bisa lebih ditingkatkan.

 

Bila kontrak dagang beras dan jagung Kalbar dengan Malaysia bisa diwujudkan, Pemerintah Daerah Kalbar akan menggerakkan semua potensi yang ada untuk bisa menyukseskan dan memenuhi kontrak ekspor beras dan jagung tersebut. Khususnya dengan membangun kawasan produksi beras dan jagung secara modern yang terintegrasi dengan industri pengolahan dan pemasarannya.

 

Kawasan produksi beras dan jagung modern  akan dibangun Kalbar. Kawasan itu dibangun dengan pendekatan manajemen agribisnis yang modern. Usahatani dikelola secara kawasan, dengan menggunakan teknologi modern, orientasi pasar dan ekspor, berkelanjutan dan dengan mutu yang terbaik, petani yang menjadi subyek dalam pertanian ini. Petani dibangunkan rumah dan ditingkatkan kesejahteraannya.

 

Kita mendorong pemerintah pusat, Kementerian Pertanian bersama-sama kementerian lain yang terkait, untuk mengelola agribisnis Indonesia, tidak terkecuali di daerah-daerah perbatasan, dengan pendekatan pembangunan kawasan, yakni  membangun kawasan agribisnis yang modern dan menyejahterakan petani dengan orientasi pasar termasuk pasar ekspor. Untuk ini maka diperlukan regulasi yang memungkinkan pemerintah pusat membuat pilot proyeknya, sehingga pemerintah daerah bisa mencontohnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162