Loading...

Budidaya Lele Bioflok Dikembangkan di Pesantren

11:28 WIB | Friday, 16-June-2017 | Nusantara | Penulis : Indarto

Pemerintah tahun ini akan mengembangkan kegiatan usaha budidaya lele sistem bioflok di sejumlah pondok pesantren. Pengenalan dan pengembangan usaha budidaya lele bioflok ini diharapkan mampu mewujudkan pemberdayaan umat sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo.

 

“Kita punya tanggung jawab moral untuk membangun pesantren, bukan hanya secara ekonomi, namun juga bagaimana turut serta dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada. Kami berkeinginan generasi muda di lingkungan pondok pesantren lebih cerdas dengan lebih banyak mengkonsumsi ikan,” kata Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, di Jakarta, belum lama ini.

 

Pada tahun 2017, menurut Slamet, KKP mengalokasikan sebanyak 103 paket untuk pengembangan budidaya lele bioflok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 paket dari pusat dan 32 paket dari Unit Pelaksana Teknis (UPT).

 

Sebanyak 103 paket budidaya lele bioflok akan dialokasikan ke 73 pondok pesantren, 12 kelompok pembudidaya dan 2 lembaga pendidikan yang tersebar di 16 propinsi. “Termasuk di antaranya adalah wilayah perbatasan yaitu Propinsi NTT (Kab. Belu), Propinsi Papua (Kab. Sarmi dan Wamena), Propinsi Kalimantan Utara (Kab. Nunukan),” ujar Slamet.

 

Masing-masing paket terdiri dari pembiayaan untuk pembangunan 12 kolam dengan diameter 3 m, benih lele, pakan, obat ikan, probiotik, dan sarana operasional lainnya. “Bantuan paket budidaya lele bioflok ini ditargetkan bisa segera direalisasikan,” kata Slamet.

 

Adanya bantuan paket usaha budidaya lele bioflok tersebut, diharapkan bisa memberdayakan sekitar 78.500 orang santri. Melalui budidaya lele bioflok, paling tidak ada dua outcome yang diharapkan dapat dicapai. Pertama, terbentuknya kelembagaan penunjang seperti koperasi. Kedua, meningkatnya konsumsi ikan di kalangan santri.

 

“Paling tidak dukungan awal ini akan memacu frekuensi konsumsi ikan di Pondok Pesantren yang semula kurang dari 1 kali, menjadi paling tidak 2 kali dalam seminggu,” ujar Slamet.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162