Loading...

Budidaya yang Sehat dengan PHPT pada Tanaman Coklat

11:54 WIB | Tuesday, 13-December-2016 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Oleh : Ir. Kukuh Wahyu W - Penyuluh BBP2TP

 

PHPT (pemangkasan kakao, kegiatan sanitasi, pengelolaan gulma, pemupukan dan pengelolaan tanaman penaung) sebaiknya dilakukan 3 bulan sebelum masa pembungaan (utama dan pertengahan musim).

 

Kegiatan ini dilakukan untuk lebih memacu pembungaan dan perkembangan buah daripada pertumbuhan vegetatif. Selain itu, buah yang sakit sebaiknya disingkirkan setiap melakukan panen mingguan. Dalam dunia pertanian, tanaman kakao/coklat ini sudah tidak asing lagi bagi para petani kakao dalam merawat tanaman tersebut. Namun adakalanya dari beberapa cara merawat tanaman kakao ini kita masih belum bisa menghasilkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan.

 

Dari hasil survey di luar Manokwari (Lampung), tanaman kakao ini mampu berproduksi antara 17-20 ton basah per hektar tiap bulannya pada tahun 2010-an, ini sangat luar biasa. Sedangkan untuk distrik Prafi-Manokwari maximal 300 kg kering per bulan per hektarnya, sungguh nilai nominal yang sangat jauh berbeda tentunya jika dibandingkan dengan jumlah produksi dari Sulawesi. Ada beberapa hal/cara yang mungkin belum di ketahui oleh kebanyakan para petani kakao di Indonesia adalah sebagai berikut :

 

1. Pelindung Tanaman Kakao

 

Pelindung tanaman kakao ini cukup penting perannya dalam meningkatkan produksi kakao, mengingat tanaman kakao ini baru bisa stabil tumbuhnya jika berada di suhu antara 8°C - 30°C, maka para petani kakao dihimbau untuk menanam tanaman pelindung, minimal dengan jarak 15m x 20m. Tanaman pete, sangat cocok untuk di jadikan tanaman pelindung para petani kakao.

 

Selain buahnya yang dapat menambah penghasilan, tanaman yang satu ini bisa menggugurkan daunnya dan kemudian bersemi kembali, jadi tanaman kakao tidak terus menerus terlindungi oleh tanaman pelindung, adakalanya tanaman kakao kita dapat tersinari oleh matahari secara full/keseluruhan. Selain daripada itu, daun pete yang berguguran tersebut dapat menjadi pupuk alami setelah menjadi humus di tanah.

 

2. Pemangkasan Tanaman Kakao

 

Ketahanan kakao sangat ditentukan oleh pemangkasan, kalau tidak dilakukan dengan baik maka akan mengurangi hasil kakao selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun dan meningkatkan serangan penyakit serta pertumbuhan gulma.

 

Pemangkasan akan menghasilkan pohon dengan tajuk terbuka hingga memungkinkan matahari masuk. Ada empat komponen kunci dalam pemangkasan tanaman kakao, antara lain, pemangkasan bentuk (pemangkasan pucuk dan bentuk tajuk), pemangkasan tunas air/vertikal, pemangkasan sanitasi dan pemangkasan struktural. Pemangkasan bentuk dilakukan dengan memangkas pucuk (3-6 bulan) dan bentuk tajuk (6-9 bulan).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162