Loading...

Buktikan Supply Beras Lancar, Menteri Amran dan Dirut Bulog, Buwas Bongkar Beras di Pasar

13:25 WIB | Friday, 14-September-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Dirut Bulog, Budi Waseso bergerak sidak langsung melihat kenyaatan stok beras di pasar (dok. gesha)

Opini harga beras yang merangkak naik karena supply yang kurang lancar dari daerah, dipatahkan langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Dirut Bulog, Budi Waseso saat blusukan ke pasar beras di Jakarta, Jumat (14/09).

 

"Kami sidak melihat kondisi lapangan langsung. Kami ingin pastikan kondisi beras di hilir yaitu di pasar aman," tegas Menteri Amran setelah melihat dan berdialog langsung dengan pedagang dan konsumen di Pasar Jaya Kramat Jati.

 

Disana, beras dijual dalam kisaran Rp 7.500-8.500 per kilogram. "Harga terendah kita lihat bersama tadi Rp 8200 perkilo. Kesimpulan tidak ada alasan harga naik, khususnya beras karena dulu alasannya musim kemarau. Dulu hrga naik juga karena stok kurang, tapi sekarang sudah full," tambah Menteri Amran.

 

Kondisi yang sama juga terlihat dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Bahkan disana beras masuk 47 ribu ton dari yang biasanya Jan-Feb 15-20 ribu ton. "Artinya apa? (Supply) dua kali lipat daripada normal," tukasnya.

 

Salah satu pedagang besar beras di PIBC, Ahiong menuturkan supply tidak berkurang bahkan cukup. "Saya sih masuk untuk kebutuhan sendiri sekitar 10-20 ton dan selalu lancar dan harga pun berimbanglah sekitar Rp 440 ribu satu karung atau sekitar Rp 8500 per kilogramnya," bebernya.

 

Direktur Utama PIBC, Arief Prasetyo Adi juga menuturkan pasokan sampai hari ini relatif stabil. "Jadi tadi pagi sampai jam 7 masih 3 ribu ton.  Artinya, masih diatas batas aman. Kemudian stok (beras) yang ada di seluruh PIBC diatas 40 rb ton, jadi sangat stabil karena diatas batas aman yaitu 25-30 rb ton," ungkapnya.

 

Pasokan beras yang masuk pun masih berasal dari petani. "Sampai hari ini kira belum lihat beras impor masuk ke Cipinang.  artinya kita belum makan beras impor. Kita masih makan beras hasil panen dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur," tukasnya.

 

Arief menambahkan karena curah hujan mulai turun, pasokan itu diambil dari Makassar (Sulsel). "Sudah mulai masuk sehingga saya jamin, saat ini masih beras lokal semua, yang beredar dari PIBC," tegasnya.

 

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso bahkan menyebutkan beras Bulog di pasar hanya bisa terserap 1000 ton per hari saja dari target 15 ribu ton per hari. "Pedagang menyebutkan stok beras mereka masih mencukupi. Ini bukti supply lancar," tukasnya.

 

Melihat kenyataan ini, Menteri Amran menuturkan dari dua pasar yang disidaknya bersama Kabulog, Budi Waseso menunjukkan stok yang stabil sehingga bisa dipastikan harga seharusnya tidak naik dengan alasan stok kurang. "Sekarang beras sudah banyak kita lihat di pasar stok lebih dari cukup. Harganya juga masih Rp 8250 bahkan diluar Jawa masih ada harga Rp.8000," tukasnya.

 

Karena itu Menteri Amran berpesan agar pengusaha beras jangan kembali menaikkan harga dengan dalih kurangnya pasokan. "Sekali lagi tolong semua pengusaha beras jangan ada naik harga. Tolong jual, ambil untung iya (boleh) tapi perhatikan juga bagaimana agar petani sejahtera pengusaha untung dan konsumen tersenyum senang," pintanya.

 

Gudang Full

 

Supply dan stok beras pun tak hanya ada di pasar-pasar saja tetapi juga tersimpan aman di Gudang Bulog. Menteri Amran bahkan sempat menyebut jika Bulog sampai harus menyewa gudang untuk menyimpan beras produksi masyarakat.

 

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas). Pihaknya menyatakan gudangnya semua sudah full dan tidak bergerak di kapasitas 2,4 juta ton "Real gudang kita mampu tampung  2,2 juta ton. Sebenarnya kapasitas semua 3 jutaan ton. Namun, ada beberapa yang harus diperbaiki sehingga kurang lebih ada 500 ribu ton yang harus kita simpan diluar gudang Bulog. Kita sampai sewa gudang dan pinjam gudang TNI Polri," tukasnya.

 

Tercatat, Bulog menyewa sebanyak 21 unit gudang TNI untuk menampung beras masyarakat dan gudang tersebut berada di daerah Ciamis, Pati, Karawang hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162