Loading...

Manajemen Air Bikin Tanaman Buah Panen Sepanjang Tahun

13:57 WIB | Monday, 14-August-2017 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

menteri pertanian, andi amran sulaiman saat car free day

Tidak dipungkiri, keunggulan kekayaan alam nusantara membawa berkah tersendiri bagi bangsa Indonesia. Berbagai macam tanaman tumbuh subur di tanah Indonesia, tak terkecuali dengan tanaman buah. Keanekaragaman hayati yang ada, patut disyukuri dengan cara meningkatkan produksi yang ada dan mengkonsumsi buah nusantara.

 

"Kita sudah menggekspor beberapa buah unggulan kita seperti mangga, nanas, manggis,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat acara Festival Buah Nusantara di car free day Jakarta, Minggu (13/8).

 

Meski sudah mampu menembus pasar luar negeri, Amran mengakui, masih ada kendala pengembangan buah yakni produksinya bersifat musiman. Karena itu, diperlukan manajemen air untuk pengembangan buah nusantara agar bisa dinikmati sepanjang musim.

 

“Indonesia ini musimnya sangat luar biasa. Apabila di barat kemarau, di selatan hujan. Misalnya, Aceh musim kemaraunya duluan, tetapi musim hujannya juga duluan. Dan yang paling utama, kita ini ada di khatulistiwa, curah hujannya luar biasa. Nah, pengaturan air inilah yang harus kita kembangkan,” jelas Amran.

 

Air hujan yang selalu turun teratur di Indonesia, memang belum dimanfaatakan secara optimal. Amran menceritakan, di Jerman, air hujan dimanfaatkan hingga 40 kali baru dibuang ke laut. Sedangkan di Indonesia, hanya dimanfaatkan satu, dua kali lalu langsung dibuang ke laut. “Kita harus memanfaatkan air hujan untuk pertanian, khususnya tanaman hortikultura, perkebunan dan tanaman pangan. Bagaimana caranya? Ya dengan rain water harvesting system.”

 

Karena itu program pemerintah adalah menggarap lahan yang kurang optimal. Menurut Amran, ada dua raksasa yang harus dibangunkan. Raksasa pertama, swampland (daerah rawa) lahan pasang surut yang luasnya mencapai 21 juta ha. Dari luasan tersebut ada sekitar 10 juta ha yang berpotensi untuk pengembangan pertanian.

 

Raksasa kedua, lahan tadah hujan. Selama ini lahan tersebut hanya satu kali kali tanam setahun karena ketergantungan terhadap air hujan. Potensi lahan ini bisa dioptimalkan dengan catatan dengan membangun rain water harvesting system. "Kita bangunlah embung, dam-dam kecil, parit, dan masih banyak lainnya,” ungkap Amran.

 

Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDTT untuk membangun 30.000 embung yang nantinya akan mengairi sekitar 4 juta ha lahan. Untuk mendukung pengembangan hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan dukungan berupa bantuan bibit dan pupuk gratis kepada petani. “Perintah Presiden meminta kami agar memberikan bibit gratis kepada seluruh petani-petani Indonesia dan itu nilainya Rp 5,5 triliun. Itu akan kita bagikan gratis,” katanya.

 

Agar minat masyarakat Indonesia mencintai buah-buahan lokal, Amran menghimbau agar setiap acara menyuguhkan buah-buahan nusantara seperti jeruk, pisang, belimbing, salak, jambu air, buah naga, duku, mangga, jambu kristal, nanas dan lain-lain. “Kami himbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mencintai buah lokal, buah produksi kita sendiri. Sekarang ini buah kita kwalitasnya tidak kalah dengan negara lain,” tandas Amran. Cla/Yul

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162