Loading...

Cegah Kerugian Diusulkan Harga Acuan Terendah Sapi Bali

16:12 WIB | Tuesday, 03-October-2017 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

Cegah kerugian peternak akibat bencana erupsi Gunung Agung, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta Pemda Bali menetapkan Harga Acuan Terendah (HAT) ternak sapi.

 

Hal tersebut disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita setelah menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Agung di Posko Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung di Tanah Ampo Karangasem Bali, beberapa waktu lalu.

 

“Kami berharap Pemda Bali dapat memberikan harga acuan terendah per kg berat hidup pada ternak milik pengungsi. Hal ini untuk menghindari sapi dibeli tengkulak dengan harga tidak wajar,” kata Ketut Diarmita.

 

Karena itu, dia mengingatkan, menghadapi bencana ini peternak tidak panik. Namun jika ingin menjual, maka hanya ternak jantan. Bahkan untuk membantu peternak, pemerintah sudah membuat lokasi penampungan induk dan pedet betina, pakannnya juga ditanggung. “Peternak dapat memanfaatkan lokasi-lokasi penampungan ternak sementara secara mandiri atau terkoordinir oleh Tim Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan,” katanya.

 

Pemeritah telah menyiapkan bantuan  berupa 5 ton pakan konsentrat, 10 ton hay (rumput kering) atau setara 50-60 ton rumput segar, 10.000 dosis obat-obatan. Selain itu satu mobil truk untuk evakuasi ternak, pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya, serta kelengkapan untuk identifikasi ternak.

 

Populasi sapi di Karangasem saat ini sebanyak 128.000 ekor. Akibat bencana erupsi Gunung Agung terdapat lima kecamatan yang terancam dengan total populasi sebanyak 30.000 ekor. Dari jumlah itu, diperkirakan yang sudah terjual sekitar 10.000 ekor, sehingga ada 20.000 ekor sapi harus ditangani.

 

Ketut mengakui, untuk menahan semua ternak tidak dijual memang sulit. Pasalnya, peternak memerlukan uang untuk biaya hidupnya. “Kami berupaya agar semaksimal mungkin dapat meminimalisir kemungkinan kerugian peternak akibat bencana tersebut,” ujarnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162