Loading...

Cegah Prostitusi Gay (Homo Seksual)

13:36 WIB | Wednesday, 21-September-2016 | Agri Wacana, Siraman Rohani | Penulis : Kontributor

Akhir-akhir ini media sosial (televisi, media cetak/elektronik) meributkan kasus prostitusi gay anak di daerah Bogor yang melibatkan 148 korban. Mucikari prostitusi ini cukup canggih, mereka tidak hanya menggunakan facebook tapi juga menggunakan aplikasi di ponsel supaya memudahkan komunikasi. Gay atau yang lebih akrab disebut homo seksual merupakan kecenderungan seksual yang sering kita golongkan dalam kelompok LGBT. LGBT tiada lain singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, Transgender, yang maknanya adalan sebagai berikut:

 

1.   Lesbian : Kecenderungan seksual seorang perempuan yang hanya mempunyai hasrat sesama perempuan.

 

2.   Gay : Kecenderungan seksual seorang pria yang hanya mempunyai hasrat sesama pria.

 

3. Bisex : Kecenderungan seksual seorang pria/wanita yang menyukai dua jenis kelamin baik pria/wanita.

 

4.   Transgender : Kecenderungan seksual seorang pria/wanita dengan mengidentifikasi dirinya menyerupai pria/wanita (misalnya : waria).

 

Gay atau homo seksual merupakan pekerjaan yang dilarang oleh agama. Penyimpangan terhadap hubungan seks ini dilarang karena pelanggaran terhadap fitrah seorang makluk hidup. Allah Yang Maha Esa telah menciptakan manusia bahkan juga semua makhluk normal hanya terdorong kepada lawan seksnya, agar supaya terpelihara kelanjutan jenis makhluk mereka.

 

Gay atau homo seksual ini sudah ada sejak lama. Al Qur’an menjelaskan bahwa awal kejadian homo seksual ini terjadi pada kaum Nabi Luth As, sebagaimana dalam firmanNya:

 

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

 

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. (AL-A’RAF /7 ayat 80 dan 81)

 

Dari ayat di atas kita bisa menyimpulkan bahwa perbuatan faahisyah atau gay atau homo seksual merupakan pekerjaan yang sangat buruk, yang belum pernah terjadi di kalangan makhluk hidup di dunia sebelum zaman Nabi Luth. Penyimpangan seks tersebut tentu bertentangan dengan fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

 

Terdapat beberapa alasan kenapa bisa terjadi penyimpangan-penyimpangan seks, antara lain karena : ketidak-tahuan tentang ajaran agama, karena pengaruh lingkungan atau pergaulan yang sangat kuat. Banyak cara yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan manusia dari laknat Allah SWT ini, di antaranya secara preventif (seperti pendidikan agama sejak kecil, pengawasan pergaulan) dan rehabilitasi (seperti penyuluhan bahaya penyakit, pendidikan spiritual) serta tentu keharusan untuk mengurangi siswa putus sekolah dan mengurangi kemiskinan. Suwandi

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162