Loading...

Daging Kurban Bisa Haram

10:06 WIB | Wednesday, 23-August-2017 | Non Komoditi, Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Dalam kaidah fiqih, telah disepakati bahwa hewan daging halal yang tidak disembelih secara syar’i bisa menjadi haram. Karena itu, masyarakat atau penyembelih hewan kurban harus mengetahui tata cara penyembelihan dengan benar.

 

Perlu dipahami bahwa hewan kurban tidak boleh dipotong kakinya, dipotong ekornya serta dikuliti jika hewan belum mati. Jika hewan belum mati sudah dipotong kakinya bahkan mengulitinya hidup-hidup, maka hewan bisa kesakitan dan mati. Sehingga hewan tersebut mati bukan karena disembelih tetapi karena kesakitan yang luar biasa. Jika demikian, daging yang seharusnya halal menjadi haram secara syariat.

 

Lalu bagaimana cara memastikan hewan tersebut sudah mati karena disembelih? penyembelih bisa mengecek salah satu dari tiga bagian reflek tubuhnya seperti reflek mata, reflek kuku dan reflek ekor.

 

Mata hewan yang disembelih tidak akan bergerak lagi, maka uji dengan menggunakan ujung jari kita ke pupilnya. Jika masih bereaksi atau berkedip, maka artinya sarafnya masih aktif dan hewannya masih hidup. Namun jika sudah tidak bereaksi lagi, maka artinya hewan mati.

 

Ekor juga menjadi salah satu tempat berkumpulnya ujung syaraf yang sangat sensitif. Setelah hewan disembelih, ujilah batang ekornya. Jika masih bereaksi maka syarafnya masih aktif dan hewan masih hidup. Namun jika diam saja dan tidak bereaksi maka hewan sudah mati.

 

Sapi, kerbau, kambing dan domba merupakan hewan berkuku genap. Di antara kedua kuku kakinya ada bagian yang sangat sensitif. Tusuk perlahan-lahan bagian itu menggunakan ujung pisau yang runcing. Jika masih bereaksi, artinya hewannya masih hidup. Namun, jika diam saja, artinya ia sudah mati. Nanung Danar Dono,Direktur Halal Centre Fakultas Peternakan UGM/Gsh

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162