Loading...

Dana Replanting Sawit Tanggungjawab Kementan

10:03 WIB | Monday, 22-May-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Pemerintah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa sawit. Revisi ini perlu dilakukan karena dalam Perpres itu belum ada penanggungjawab penyaluran dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (PDPKS).

 

Di dalam revisi ini pemerintah menambah satu point aturan, yakni penanggungjawab terhadap keseluruhan realisasi program replanting ada di Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam hal ini Menteri Pertanian, secara teknis di bawah tanggungjawab Direktur Jenderal Perkebunan Kemtan. Revisi Perpres ditargetkan selesai akhir Mei 2017.

 

Revisi Perpres tersebut diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan replanting (peremajaan) kebun kelapa sawit milik petani, yang umumnya sudah berumur tua, sekitar 20-25 tahun. Pada tahun ini (2017) ada 22.000 hektar kebun sawit yang akan direplanting. Angka target replanting tersebut meningkat signifikan dibanding realisasi tahun 2016 yaitu hanya 640 ha.

 

Dana yang dialokasikan BPDP untuk replanting sawit sekitar Rp 500 miliar – Rp 550 miliar. Nominal tersebut dapat berubah, sesuai dengan kondisi di lapangan. Pembiayaannya, mulai dari pembelian bibit, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan sampai tanaman sawit berusia tiga tahun menjadi tanggungjawab Kemtan. Pembiayaan replanting diperkirakan mencapai Rp 30 juta – Rp 40 juta per ha.

 

Kalau dilihat data luas kebun sawit, saat ini Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terluas di dunia mencapai 11,9 juta hektar (ha) dengan produksi 33,2 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Sebanyak 28 juta ton CPO dan turunannya diekspor, senilai US$ 19 miliar atau sekitar Rp 249 triliun. Nilai ekspor ini melampaui nilai ekspor minyak dan gas bumi.

 

Prestasi tersebut harus dipertahankan bahkan ditingkatkan produksi kelapa sawitnya. Terdapat sekitar 2,4 juta hektar kebun sawit rakyat yang perlu diremajakan. Total luas kebun sawit rakyat sekitar 41 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit Indonesia 11,3 juta ha.

 

Itu berarti target replanting kebun sawit dengan menggunakan DPKS tahun ini sebesar 22 ribu masih jauh dari kebutuhan. Perlu ada alternatif dana lain sehingga kebun-kebun rakyat yang sudah mulai tinggi tanamannya dan rendah produktivitasnya bisa diremajakan.

 

Bila kebun sawit rakyat itu berhasil diremajakan maka akan menambah produksi CPO Indonesia, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan agribisnis kelapa sawit mereka. Jangan sampai karena petani menghadapi masalah modal untuk peremajaan kebun sawitnya, kebun-kebun rakyat itu malah dijual kepada perusahaan perkebunan besar.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162