Loading...

Dengan BEKERJA, Kemiskinan Lumajang Tuntas Akhir Tahun

20:24 WIB | Thursday, 24-May-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berharap agar rumah tangga miskin bisa keluar dari belenggu kemiskinan melalui BEKERJA

Mengakhiri Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) di Jawa Timur, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yakin jika kemiskinan di Lumajang bisa tuntas di akhir tahun. 

 

Keyakinan Mentan Amran tersebut tentunya beralasan karena 14 ribu Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kab. Lumajang mendapatkan bantuan program produktif pertanian berupa bantuan ayam KUB sebanyak 666,4 ribu ekor (beserta kandang dan pakan), kambing sebanyak 702 ekor, bibit pohon mangga seluas 247 ha hingga sarana prasarana untuk KRPL seluas 125 ha. 

 

"Sederhana rumusnya, ayam yang kami beri sebanyak 600 ribu ekor dijaga dan dipelihara oleh masyarakat di tiga kecamatan disini. Bisa jadi nanti akan ada 600 ribu butir telur setiap hari," tuturnya saat meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Dusun Karangrejo Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (24/05). 

 

Amran menghitung jika nantinya akan beredar uang hasil produksi sebesar Rp 600 juta sampai Rp 1 Milyar dalam sehari yang dihasilkan oleh masyarakat. "Dengan rata-rata penghasilan Rp 2 juta per bulan dan masyarakat bisa terlepas dari kemiskinan," tuturnya.

 

Untuk diketahui, sebanyak 16 persen masyarakat Kab Lumajang masih berada di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, sebanyak 132.696 rumah tangga di Lumajang masuk kategori pra sejahtera atau Rumah Tangga Miskin/RTM. RTM yang bergerak di bidang pertanian sebanyak 63.510, yaitu 48% dari total rumah tangga pra sejahtera yang tersebar di 3 kecamatan dan 36 desa. 

 

Program Bekerja merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Secara nasional tahun 2018, Kementan menargetkan program Bekerja dapat dilaksanakan di 10 provinsi, menjangkau 776 desa dan 200 ribu RTM.

 

"Bantuan sayuran KRPL untuk jangka pendek, sedangkan ayam dan kambing untuk jangka menengah. Sedangkan bibit mangga untuk jangka panjang," jelasnya.

 

Untuk bantuan ternak ayam, tiap 1 RTM akan memperoleh 50 ekor ayam. Untuk kambing/domba diberikan 1 ekor per RTM yang dibuat secara berkelompok dengan tiap kelompok 10 ekor (9 betina dan 1 Jantan).

 

Lebih lanjut Amran menyebutkan bahwa ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun. “Yang penting ayam tersebut harus terus dipelihara dan jangan dipotong," saran Amran. 

 

Untuk memastikan ayam berkembang biak dengan baik, Kementan juga memberikan bantuan pakan selama enam bulan dan pendampingan. Selain bernilai ekonomi, bantuan ayam tersebut juga dapat membantu peningkatan gizi masyarakat pra sejahtera. 

 

Sedangkan untuk mangga, tiap RTM mendapatkan 5 batang dan merupakan mangga harumanis yang berkualitas ekspor. "Satu klaster cukup untuk 3 industri dan bisa langsung diekspor," tutur Amran. 

 

Bupati Lumajang, As'at Malik mengaku akan mendukung program BEKERJA sepenuh hati. Setidaknya ada 3 kecamatan yang menjadi sasaran program karena konsentrasi RTM yang lebih banyak. "Ada di Kecamatan Ranuyoso, Kec. Tempeh dan Kec. Lumajang," tuturnya.

 

As'at yakin jika program ini akan sukses karena masyarakat Kab. Lumajang sudah terbiasa dengan memelihara ayam, kambing serta domba. "Terima kasih kepada Menteri Pertanian, dan akan kami kawal dan laksanakan sebaik-baiknya," jelasnya. 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162