Loading...

Desa Dusun Baru, Wujud Baru Sentra Kedelai di Jambi

15:00 WIB | Tuesday, 14-November-2017 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Meski baru lima tahun bertanam kedelai, kini Desa Dusun Baru, Kecamata VII Koto, Kabupaten Tebo sudah mulai banyak berdiri industri kecil pengolahan hasil kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai, keripik tempe dan tahu. Desa Dusun baru mulai menanam kedelai tahun 2012 dengan luas tanam 25 ha.

 

“Karena lahannya subur di bantaran Sungai Batanghari, produktivitas kedelai cukup tinggi di atas 2 ton/ha. Jadi kita programkan sebagai sentra benih kedelai, khususnya varietas Anjasmoro. Sebagai benih kedelai tentu harga lebih tinggi dari pada untuk kedelai konsumsi,” kata Kepala Dinas Pertanian Tebo, Sarjono.

 

Dengan keberhasilan tersebut, menurut Sarjono, menimbulkan minat petani lainnya untuk ikut menanam kedelai. Hingga kini luas tanam kedelai di Desa Dusun Baru mencapai 140 ha dan bisa tanam tiga kali setahun. Artinya dalam setahun tertanam 420 ha.

 

“Karena bisa tiga kali tanam inilah, maka cocok sebagai sentra benih kedelai di Tebo, termasuk di desa tetangganya Desa Aur Cino yang luas pertanaman kedelainya mencapai 120 ha dan bisa tiga kali tanam,” katanya.

 

Dari hasil pertanaman di Desa Dusun Baru pada tiga titik ubinan, masing-masing produktivitas tanaman mencapai 19 kuintal/ha, 27 kuintal/ha dan 47 kuintal/ha. Rata-rata 31 kuintal/ha atau 3,1 ton/ha. Panen tahap pertama seluas 20 ha dengan varietas Anjasmoro.

 

Sarjono mengatakan, kebutuhan kedelai di Desa Dusun Baru hanya sedikit, yakni untuk membuat tahu tempe dan benih. Sedangkan jumlah produksinya rata-rata tiap tahun 420 ton.  “Desa Dusun Baru itu penghasil benih kedelai di Provinsi Jambi. Sudah ada juga permintaan dari Sumatera Barat dan Riau untuk benih pada 2018. Karena pemerintah targetkan swasembada kedelai pada 2018,” katanya. Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162