Loading...

Diklat Kepemimpinan bagi Kepala BPP dan Mantri Tani

16:45 WIB | Monday, 06-November-2017 | Nusantara | Penulis : Gesha

Sebagai ujung tombak pertanian di daerah, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) harus diperkuat kinerjanya, antara lain melalui kegiatan pelatihan/diklat kepemimpinanbagi segenap aparat pendukungnya

 

Terkait hal tersebut, sekitar 30 kepala BPP dan mantri tani yang berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat dilatih oleh Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) di Bogor, sejak tanggal 6 November 2017 hingga 11 November 2017.

 

Dalam diklat, peserta dibimbing oleh widyaiswara dan fasilitator dari PPMKP Bogor, Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian serta praktisi dan pelaku utama pertanian. 

 

Model diklat berupa teori serta praktek lapang ke kelompok tani yang sudah melaksanakan best practice dan denfarm penelitian agroklimat.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menuturkan, diklat ini sangat penting bagi kepala BPP yang berlokasi di tingkat kecamatan yang notabene menjadi basecamp penyuluh bersama pelaku usaha pertanian (petani) di daerah. 

 

"Kita harapkan BPP bisa menjadi pos simpul koordinasi dan posko pembangunan pertanian tingkat kecamatan," tuturnya. 

 

Tak hanya itu, menurut Momon, BPP hendaknya juga bisa juga menjadi pusat data dan informasi pertanian di tingkat kecamatan dapat dijadikan pusat pendidikan, pelatihan serta pusat pengembangan kemitraan.

 

Seperti diketahui program kegiatan Upaya Khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) kini menjadi prioritas daerah. Untuk dapat mencapai target-target yang ditetapkan, perlu ditingkatkan hubungan kerja antar instansi seperti hubungan kerja BPP dengan instansi teknis pertanian tingkat kecamatan, Koramil, pengamat hama, pengawas benih tanaman, penyuluh pertanian, dan mahasiswa pendamping program Upsus Pajale.

 

“Karenanya, upaya peningkatan kompetensi dan leadership bagi Kepala BPP merupakan langkah sangat strategis yang perlu terus dikembangkan,” tutur Momon.

 

Diklat seperti ini, diharapkan Momon bisa diperbanyak lagi untuk daerah lainnya. "Diprioritaskan bagi tiga besar kabupaten/kota yang realisasi LTT (luas tambah tanam)nya positif," tegas Momon. Gsh/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162