Loading...

Dirjen PKH: Terget Kita Swasembada Protein Hewani

16:30 WIB | Monday, 20-March-2017 | Komoditi, Ternak | Penulis : Julianto

Kementerian Pertanian tak lagi sekedar menargetkan swasembada daging, tapi lebih dari itu tercapainya swasembada protein hewani.  Salah satunya kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Drh. I Ketut Diarmita, dengan mendorong pengembangan ternak lokal secara terpadu melalui aplikasi teknologi.

 

Menurutnya, teknologi yang dihasilkan Perguruan Tinggi cukup banyak. Karena itu, harus disebarkan ke masyarakat agar dapat diimplementasikan. “Target kita tidak lagi hanya mewujudkan swasembada daging sapi, tapi swasembada protein hewani,” katanya saat Seminar Nasional di Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura di Pontianak, Sabtu (18/3).

 

Secara umum, ungkap dia, sumber protein hewani asal ternak di masyarakat Indonesia telah mengalami diversifikasi. Karena itu tidak harus tergantung pada satu macam sumber protein. Terlihat dari data partisipasi konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia periode 2011-2014 sudah makin meningkat.

 

Partisipasi konsumsi masyarakat untuk kelompok pangan hewani asal ternak pada tahun 2014 terhadap komoditas daging sapi sekitar 23%, daging unggas 48,75% dan telur sekitar mencapai 83%.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Drh. Abdul Manaf Mustafa menyampaikan, konsumsi protein hewani masyarakat Kalimantan Barat sebesar 2,61 kg/kapita/tahun. Kebutuhan protein hewani tersebut dipenuhi dari daging ayam, daging babi dan telur.

 

Kebutuhan daging Kalbar sebanyak 82.989 ton. Kontribusi ternak unggas sebanyak 55.602 ton (67%), babi 15.846 ton (19%), sapi 7.636 ton (9,2%), kambing 3.863 ton (4.7%), lain-lain  sebesar  42 ton  (0,1%).

 

Sedangkan populasi sapi saat ini masih kecil. Data statistik peternakan Provinsi Kalbar tahun 2015 sebanyak 156.943 ekor dengan jumlah pemotongan sebesar 53.611 ekor. Dengan demikian, untuk pemenuhan kebutuhan sekitar 38% dari sapi bakalan yang didatangkan dari pulau Madura Jawa Timur. “Untuk itu, Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar saat ini terus berusaha untuk meningkatkan populasi sapi di tingkat peternak," ujar Abdul Manaf.

 

IB Massal

 

Pada kesempatan ini, Dirjen PKH bersama Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Drh. Abdul Manaf Mustafa, beserta Tim Inseminator juga berkunjungan ke Desa Bontang Jaya, Kabupaten Kubu Raya Pontianak. Dirjen berdialog langsung dengan petugas dan peternak, serta sekaligus melakukan Inseminasi Buatan (IB).

 

Kegiatan IB massal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penerapan teknologi tepat guna. Bahkan menjadi pilihan utama peningkatan populasi dan mutu genetik sapi.

 

“Kegiatan IB ini untuk menyebarkan bibit unggul dengan biaya yang murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak karena adanya kelahiran pedet nantinya,” kata Ketut.

 

Hal ini sesuai dengan fokus kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional tahun 2017, yaitu Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). “Target 3 juta ekor sapi bunting harus bisa dicapai, sehingga untuk mensukseskan pencapaiannya, kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif semua pihak, baik petugas, masyarakat dan akademisi diharapkan untuk mendukungnya,” himbau Ketut. Yul

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162