Loading...

Distribusi Pupuk Bersubsidi Sudah 58% dari Target

10:07 WIB | Thursday, 14-September-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Indarto

Distribusi pupuk bersubsidi yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) pada semester pertama tahun 2017 berjalan lancar dan sudah mencapai 58 persen dari target. Penyimpangan dalam distribusi pupuk bersubsidi di sejumlah daerah relatif minim.

 

Pupuk menjadi salah satu sarana produksi pertanian yang penting dan tak bisa ditunda-tunda dalam penyalurannya. Karena itu distribusi pupuk bersubsidi tak hanya harus lancar dan tepat sasaran, tapi juga dituntut tepat jenis, jumlah, harga, waktu dan tepat mutu.

 

“Agar distribusi pupuk berjalan lancar, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) menerapkan sistem distribusi tertutup untuk mencegah penyimpangan pupuk bersubsidi ke sektor lain sekaligus menjamin sampai ke tangan petani,” kata Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Koeshartono, dalam seminar sehari bertajuk “Kinerja Kedaulatan Pangan dan Pemupukan Nasional”, di Jakarta, pekan lalu.

 

Berkat sistem distribusi tertutup yang dilakukan selama ini, realisasi pupuk bersubsidi per Juli 2017 sudah mencapai 4,9 juta ton, atau sebesar 58 persen dari target penyaluran pupuk bersubsidi tahun ini sebanyak 8,5 juta ton. Bahkan, realisasi dari lima jenis subsidi pupuk yang disalurkan per Juli 2017 cukup menggembirakan.

 

Distribusi pupuk bersubsidi menggunakan sistem tertutup, dengan pola sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). “Jadi, kita hanya bertugas menyalurkan sesuai RDKK sampai ke tangan petani,” ujar Koeshartono.

 

Menurut Koeshartono, penyaluran jenis pupuk urea bersubsidi dari alokasi sebanyak 3,6 juta ton, per Juli 2017 sudah terealisasi sebanyak 2,1 juta ton, atau sebesar 59 persen dari target. Sedangkan untuk jenis SP 36 dari target 800 ribu ton, per Juli 2017 realisasinya mencapai 485 ribu ton, atau sebanyak 65 persen dari target.

 

Tercatat, untuk jenis Za dari target 1 juta ton, per Juli 2017 sudah terealisasi sebanyak 541 ribu ton, atau mencapai 54 persen dari target. Sementara itu, untuk jenis NPK dari target 2,1 juta ton, per Juli 2017 sudah terealisasi sebanyak 1,4 juta ton, atau 65 persen dari target. Untuk jenis pupuk organik dari target sebanyak 895 ribu ton, per Juli 2017 sudah terealisasi sebanyak 343 ribu ton, atau 38 persen dari target.

 

Didukung 44 Ribu Kios

 

Senada dengan Koeshartono, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Muhrizal Sarwani mengemukakan, penyaluran pupuk bersubsidi sampai Juli 2017 tak ada kendala di lapangan. Petani yang memiliki lahan kurang dari 2 hektar (ha) dan sudah masuk menjadi anggota kelompok tani dijamin bisa menebus pupuk bersubsidi di kios-kios yang tersedia sesuai RDKK.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162