Loading...

Ditindak, Pedagang yang Jual Beras Diatas HET

16:50 WIB | Thursday, 12-October-2017 | Nasional | Penulis : Indarto

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan akan menindak tegas pedagang yang menjual beras di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan pedagang yang sengaja menyimpan beras di gudang untuk mendapatkan keuntungan pribadi, izin usahanya akan dicabut.

 

“Jadi, jangan main-main dengan kebijakan pemerintah. Penentuan HET sudah ditetapkan dan sesuai kesepakatan dengan pedagang Pasar Induk Beras Cipinang. Kalau ada 1-2 pedagang yang mencari keuntungan dengan menjual beras di atas HET akan kami tindak tegas dan izinnya akan dicabut,” kata Enggartiasto, saat menggelar OP beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa lalu (10/10).

 

Enggartiasto juga menegaskan, kalau izinnya sudah dicabut dan pedagang yang bersangkutan masih nekat berjualan beras, maka usaha yang dilakukan termasuk kategori ilegal. “Nah, kalau usahanya ilegal, maka kita akan laporkan ke Bareskrim agar ditangkap dan barang buktinya disita untuk negara,” ujar Enggartiasto.

 

Menurut Enggartiasto, pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang pun sepakat untuk mengeluarkan anggotanya kalau ada yang menjual beras di atas HET. “Kesepakatan mereka adalah, bagi yang melakukan pelanggaran harus keluar dari pasar Cipinang,” tuturnya.

 

Mendag menyatakan, pemerintah memberlakukan sanksi tegas bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran terhadap kebijakan perberasan nasional. Kebijakan perberasan nasional ini sangat penting dalam rangka menjaga stabilitas harga beras di masyarakat. Apabila komoditas beras tak dijaga stok, distribusi, dan harganya di masyarakat bisa menjadi ajang spekulasi yang menjadi penyebab inflasi.

 

“Karena itu kita perlu HET untuk menjaga daya beli masyarakat. Setelah kita tetapkan HET, maka harga beras di pasar bisa terkendali,” ujarnya. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162