Loading...

Dongkrak Populasi Sapi Perah Lewat SIWAB

13:47 WIB | Wednesday, 23-November-2016 | Komoditi, Ternak | Penulis : Kontributor

Program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) digelontorkan pemerintah tak hanya untuk mempercepat peningkatan jumlah ternak sapi potong, tetapi juga mendongkrak populasi sapi perah sehingga pada gilirannya dapat mendorong produksi susu dalam negeri.

 

Seperti diketahui, Upsus Siwab merupakan gerakan sarat teknologi untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas ternak sapi. Didalamnya tercakup proses inseminasi buatan dan transfer embrio, penyediaan pakan, penanganan kesehatan hewan hingga peningkatan keamanan dan kualitas susu segar . Selain kelahiran sapi/kerbau, Upsus Siwab juga ditargetkan bisa menurunkan angka penyakit gangguan reproduksi serta pencegahan pemotongan sapi betina. 

 

Peternak sapi perah asal Desa Pamijahan, Kabupaten Bogor, Haji Acep optimis Siwab ini akan berlangsung efektif di tingkat peternak sapi perah. "Siwab ini intinya kan pada perbaikan reproduksi," katanya.

 

Haji Acep menjelaskan, sapi perah biasanya akan mengalami masa birahi sejak berusia 15 bulan. Saat itulah kemudian dilakukan inseminasi buatan menggunakan semen beku pejantan unggul. Selama masa bunting, peternak akan didampingi dalam penanganan kesehatan hewan hingga ternaknya bisa menghasilkan pedet setelah bunting selama 9 bulan.

 

Tak hanya itu Haji Acep juga berharap adanya pendampingan teknologi pakan konsentrat bagi peternak karena sebagian besar biaya produksi sapi perah berasal dari pakan. Saat ini, harga pakan konsentrat terbaik sudah cukup tinggi yakni berkisar Rp 3 ribu-4 ribu per kilogramnya. Karena itu efisiensi dalam pemberian pakan sangat diperlukan untuk dapat menekan biaya produksi sehari-hari.

 

Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menuturkan dalam SIWAB, Gerakan Pembangunan Pakan Berkualitas (Gerbang Patas) juga digencarkan untuk membantu peternak mendapatkan pakan terbaik. “Dari hasil penelitian, sapi/kerbau mengalami masalah kekurangan nutrisi. Ini sangat krusial untuk dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162