Loading...

Duet Maut Barantan-Polri Hadapi Bio dan Agro Terorisme

09:17 WIB | Tuesday, 10-July-2018 | Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Kepala Barantan, Banun Harpini, (kanan) duet maut dengan Polri

Di era pasar bebas yang rawan dengan bio dan agro terrorism, Badan Karantina Pertanian (Barantan) tidak ingin kecolongan. Karenanya, Barantan berduet maut dengan Polri untuk pasang badan mencegah masuknya bio dan agro terortisme ke NKRI.

 

Kerjasama ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Barantan bersama Polri, namun merupakan perpanjangan kerjasama antara keduanya untuk lebih memperketat kemungkinan masuknya beragam produk non pertanian yang diselundupkan dalam produk pertanian.

 

Bertepatan dengan penutupan Bulan Bakti Karantina ke-141 penandatanganan perpanjangan kerjasama tersebut dilakukan. "Kerjasama dengan Polri sudah kita bina sejak satu dekade yang lalu, hampir 10 tahun yang lalu dan ini perpanjangan. Kami merasa sangat strategis untuk terus menerus bersinergi dengan seluruh aparat atau lembaga penegakan hukum, juga lembaga pendidikan dan pelatihan dalam rangka memperkuat pengawasan perkarantinaan. Karena Kita tahu tugasnya karantina harus menjaga sumber daya alam hayati Kita yang tantangannya semakin besar, baik di perdagangan global maupun bebas. Juga karena masalah-masalah lingkungan yang harus terus dijaga. Kami merasa tidak mungkin bisa bekerja sendiri," papar Kepala Barantan, Banun Harpini,

 

Banun meyakini produk pangan impor sangat memungkinkan dijadikan media untuk masuknya agen-agen bio dan agro terrorism. Seperti antraks, OPTK dan lainnya yang tidak kasat mata dilihat. Bahkan sudah terjadi narkoba dalam kontainer yang ditutupi komoditas pertanian. Maka dari itu, Ia menegaskan sinergisitas seluruh pihak harus dilakukan supaya itu tidak sampai masuk ke negara Republik Indonesia..

 

 Perpanjangan kerjasama mencakup pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pertukaran data informasi, penegakkan hukum. Kalau ada kasus yang sudah P21 akan didampingi oleh teman-teman dari Polri. SDM bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) khusus intelejen. Simulasi-simulasi bedah kasus juga dilakukan dan dididik oleh pihak Polri.

 

" Dalam rangka penegakan hukum, dulu Kami didampingi oleh Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) dari Polri tapi sekarang PPNS sudah mulai percaya diri untuk melaksanakan penyidikan itu secara mandiri. Ini suatu perkembangan yang luar biasa. Akan tetapi ilmu itu dinamis, baik ilmu di intelejen, juga penyidikan. Sehingga Kami terus melakukan perpanjangan kerjasama dengan Polri," terangnya.

 

Kepala Biro Kerjasama Kementerian dan Lembaga Sops Mabes Polri Brigjen Pol. Herry Wibowo menjelaskan awalnya fokus pada pengawasan dan penegakan hukum. Namun pada prinsipnya karena pada tubuh Polri ada Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS yang kemudian disinergikan dengan PNS di Barantan.

 

"Pada prinsipnya Polri akan mengawasi dan membantu Barantan sepenuhnya sesuai dengan misi di dalam ruang lingkup itu. Kita menegakan hukum apabila ada hal-hal yang merupakan bagian dari pelanggaran hukum," pungkasnya.   TIA

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162