Loading...

e-paper Tabloid Sinar tani - Benih untuk Kejayaan Rempah

10:34 WIB | Wednesday, 21-February-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar tani - Benih untuk Kejayaan Rempah

 

Indonesia pernah berjaya dalam dunia rempah-rempah. Bahkan komoditas tersebut mempunyai nilai historis sangat besar bagi bangsa Indonesia. Sayangnya, kini kejayaan yang pernah diraih itu telah surut.

 

Untuk mengembalikan era keemasan rempah-rempah, pemerintah sejak tahun lalu telah mengibarkan bendera merebut kembali kejayaan komoditas unggulan tersebut. Tak tanggung-tanggung tahun 2017, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun.

Anggaran itu untuk bantuan benih perkebunan, termasuk pengembangan rempah-rempah sebanyak 35,5 juta batang. Antara lain untuk benih kopi 4,8 juta batang, pala 2,7 juta batang, lada 2 juta batang dan karet 5,7 juta batang. 

Sedangkan tahun 2018 anggar­annya Rp 1,6 triliun. Anggaran itu direncanakan untuk bantuan benih sekitar 43,3 juta batang. Diprioritaskan tanaman pala, lada, cengkeh serta kopi dan karet. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang berharap, bantuan benih itu bisa memperbaiki kualitas kebun rakyat, sehingga mendongkrak produktivitas.

“Tahun ini ada prioritas untuk menfasilitasi penyediaan benih perkebunan untuk masyarakat. Ada 12 komoditas strategis perkebunan yang mendapat per­hatian khusus sebanyak 43,3 juta pohon dengan anggaran Rp 1,6 triliun,” paparnya. Bantuan benih ke kelompok tani itu meliputi benih pala, lada cengkeh, kopi, kakao, karet, kelapa, jambu mete, kemiri sunan, teh, sagu, dan aren. 

Bambang mengakui, tanaman milik petani umumnya sudah tua. Selain itu, ada sejumlah kebun yang budidayanya kurang bagus. Untuk itu, diperlukan peremajaan tanaman dan rehabilitasi tanaman yang sudah tak produktif. Se­hingga, pada tahun ini Ditjen Perkebunan juga fokus ke pengem­bangan perbenihan. “Ban­tuan benih perkebunan nanti kita berikan secara gratis kepada kelompok tani,” ujarnya. 

Alasan memberikan secara gartis benih kebun ini menurut Bambang, karena kendala petani mendapatkan benih dengan kualitas yang baik. Bantuan benih ke petani juga dimaksud untuk menghindari benih tak bersertifikat saat petani melakukan peremajaan kebun. 

Nantinya pendekatan bantuan benih per­kebunan ini ditujukan ke petani di sentra/klaster perkebunan rakyat dengan pendekatan desa. Artinya, petani bisa membentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera sebanyak satu kelompok/desa. “Saya ber­harap kelompok tani yang men­dapat bantuan benih lebih efisien dan produktif mengelola usaha perkebunan. Selain itu, pembinaannya juga mudah,” ujar Bambang.

Untuk penyediaan benih, Ditjen Perkebunan Kementan memfasilitasi pengembangan desa mandiri benih. Caranya dengan menggandeng swasta melakukan pembinaan kelompok tani. Karena itu, kelompok tani di desa mandiri benih, sarana untuk usaha perbenihannya difasilitasi. 

Upaya penguatan infrastruktur perbenihan lainnya adalah mendorong peran swasta melaksanakan usaha perbenihan dengan pola kotraktual untuk perluasan tanaman atau peremajaan tanaman. Swasta bisa didorong untuk melakukan usaha peningkatan benih berkualitas untuk daya saing komoditas perkebunan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162