Loading...

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Menjaga Harga Beras

15:15 WIB | Monday, 07-August-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Menjaga Harga Beras

 

Beras bukan hanya komoditas pangan. Beras juga menjadi komoditas politik. Karena itu pemerintah terus menjaga harga pangan pokok bangsa Indonesia. Bukan hanya memasuki hari besar keagamaan, tapi juga sepanjang tahun.Bahkan beras ibarat �ibu� dari segala komoditas pangan. Jika harga beras naik, maka produk pangan lainnya ikut terkerek naik. Bahkan dampak kenaikkan harga beras bisa menggoyang perekonomian nasional, karena bisa mendongkrak inflasi. Karena itu pemerintah sekuat tenaga menjaga agar harga beras tak bergejolak. Upaya pemerintah menjaga stabilisasi harga beras secara berkelanjutan, bukan hanya di tingkat konsumen, tapi juga sudah mulai dari produsen. Di tingkat produsen atau petani, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Perberasan yang intinya menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras. Dalam Inpres No.5/2015 ter�sebut, harga gabah kering panen (GKP) ditetapkan Rp 3.700/kg di tingkat petani dan Rp 3.750/kg di penggilingan dengan kadar air 25% dan kadar hampa 10%. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) Rp 4.600/kg di penggilingan dan Rp 4.650/kg di gudang Bulog dengan kadar air 14% dan kadar hampa 3%.  Untuk beras ditetapkan Rp 7.300/kg di gudang Bulog. Kualitasnya kadar air 14%, butir patah 20%, butir menir 2% dan derajat sosoh 95%. Kebijakan tersebut menjadi acuan juga bagi Perum Bulog dalam membeli gabah/beras petani. Bulog juga bertugas menjaga agar harga gabah petani berada di bawah ketetapan pemerintah tersebut. Bagaimana di tingkat kon�sumen? Selama ini pemerintah memang tidak menetapkan harga khusus di tingkat konsumen. Namun untuk menjaga agar harga beras tak meroket, pemerintah tetap bersiaga dengan menggelar operasi pasar jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga.  Bahkan Kementerian Pertanian juga sejak lama mengembangkan Toko Tani Indonesia (TTI). TTI ini bukan hanya berfungsi menjaga stabilisasi harga pangan, tapi juga memangkas rantai pasok yang selama ini terbilang panjang. Sementara Ramadhan lalu, Perum Bulog meluncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan. Meski selama ini lembaga tersebut mendapat tugas untuk operasi pasar saat harga beras bergejolak. Satu lagi kebijakan pemerintah menjaga harga beras yang baru keluar adalah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 47/2017 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras. Permendag tersebut mengatur harga acuan penjualan di tingkat konsumen sebesar Rp 9 ribu/kg.  Solusi Permanen Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, komoditas beras termasuk barang pokok yang diatur dan diawasi pemerintah berdasarkan Perpres No. 71/2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Sementara itu Menteri Perdagangan juga telah mengeluarkan Permen�dag 63/2016, Permendag No. 27/2017 dan Permendag No. 47/2017 yang mengatur harga acuan bawah untuk melindungi petani dan harga acuan atas untuk melindungi konsumen. Amran menilai selama ini telah terjadi disparitas harga beras premium antara harga ditingkat petani dan konsumen cukup tinggi berkisar 300%. Karena itu melalui Satgas Pangan, pemerintah ingin menstabilkan harga, seperti saat Ramadhan dan Idul Fitri lalu.  �Kita ingin tata rantai pangan dan ada solusi permanen untuk pangan Indonesia. Saya senang kalau ada perusahaan yang mem�beli tinggi, tapi jangan menjual terlalu mahal dan untung lebih dari 200%,� katanya. �Tujuan kami adalah bagaimana petani mendapat keuntungan yang baik,� tambah Amran usai bertemua dengan pengurus PBNU, beberapa waktu lalu. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Perum Bulog, Karyawan Gunarso mengatakan, sesuai Peraturan Presiden, Bulog bertugas menjaga ketersediaan komoditas pangan. Ada tiga komoditas utama yang pemerintah berikan ke Bulog yakni beras, jagung dan kedelai. Tugas lainnya, Bulog melaku�kan distribusi dan menjaga pasokan harga pangan tersebut. Kegiatan yang dilakukan yakni penyiapan stok, distribusi dan stabilisasi harga. �Saat Ramadhan lalu, kegiatan yang secara masif kita lakukan adalah Gerakan Stabilisasi Pangan,� ujarnya. Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066 Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162